oleh

Ini Kata Kapolres ,Arus Lalu Lintas Seram Normal

-Berita-335 views

GlobalMaluku.ID,-PIRU-Arus lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Tengah, dan Seram Bagian Timur (SBT) yang sempat tertutup selama beberapa jam, akibat aksi blokade oleh warga desa Tihulale Kecamatan, Amalatu Kabupaten SBB, akhirnya dibuka, dan arus lalu lintas kembali normal.

Aksi blokade jalan yang terjadi sejak Minggu pagi itu, sebagai bentuk protes terhadap aksi penganiyaan salah satu tokoh agama HT alias Hein, yang dilakukan oleh warga Desa Hualoy, SBB, Sabtu sore lalu.

Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, situasi di wilayah kecamatan Amalatu, terutama di desa Tuhulale, dan Hualoy, aman terkendali. Arus lalu lintas juga telah normal.
“Memang arus lalu lintas dijalur lintas seram tepat di desa Tuhulale, yang sempat di blokade sudah di buka. Dan arus lalu lintas sudah normal,”kata Kapolres kepada wartawan di SBB, Minggu (7/5).

Menurut Kapolres, aksi protes warga Tihulale, untuk meminta pelaku penganiyaan terhadap salah satu tokoh agama HT itu, untuk di proses sesuai aturan yang berlaku.
“Aksi penganiayaan itu berawal dari peristiwa laka lantas. Namun warga Tihulale, tidak menerima kemudian melakukan blokade jalan. Aksi blokade itu juga tidak berlangsung lama, setelah ada mediasi antara para tokoh desa Tihulale, dan Hualoy, yang difasilitasi oleh Polres Pemkab SBB, yang dihadiri langsung oleh Sekda,”jelas Kapolres.

Orang nomor satu mengaku, mediasi antara kedua desa yang dihadiri Kepala desa, kepala pemuda dan para tokoh kedua desa tersebut juga hadiri oleh korban HT.
“Dari hasil mediasi itu masyarakat Tihulale, terutama korban dan masyarakat Hualoy, bersepakat untuk persoalan tersebut diselesaikan dan langsung buka blokade,”bebernya.

AKBP Dennie mengungkapkan, selain itu untuk para pelaku penganiyaan dari kedua desa juga bersepakat untuk berdamai.
“Korban HT ini turun langsung untuk membuka blokade. Kapolsek juga turun jemput HT di Puskesmas, kemudian HT juga turun buka blokade,”tegas Kapolres.

Namun yang terpenting kata, perwira dengan dua melati dipundaknya itu, warga tetap menahan diri, dan tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Mari kita jaga situasi kamtibmas. Jaga kehidupan orang basudara. Serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan,”pesan Kapolres.

Komentar

Tinggalkan Balasan

GM TV