Miris Di Duga Caleg Demokrat Aniaya Petani di Maluku Tengah,Akibat karena Memiliki Utang

Berita263 views

GlobalMaluku.ID,Malteng-Miris ada -ada aja Seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat Kabupaten Maluku Tengah, Puri Purnama dilaporkan seorang petani asal Desa Lahakaba yang mengalami pengeroyokan dan penganiayaan pada, Senin pagi (14/08/2023).

Adapun Kejadian tersebut diduga melibatkan dua karyawan PT. Wahana Lestari Investama (PT. WLI) lainnya yakni Arta Ipaenin dan Caca Rat yang turut serta melakukan tindak kekerasan kepada Andika Ipaenin (23).

Diketahui ,Puri Purnama juga memiliki posisi strategis di perusahaan, ia menjabat sebagai Human Resources Department (HRD) Manager PT. WLI sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambakan udang di Desa Opin, Kecamatan Seram Utara.

Korban menjelaskan para pelaku menganiaya dirinya lantaran tidak terima dengan sebuah pemberitaan media online yang menguak masalah utang Puri Purnama sebesar tujuh juta rupiah kepada pada Andika(korban).

Andika mengatakan, Puri telah memesan 2.000 anakan pohon Pala kepada dirinya seharga 7.500/pohon. Namun ia baru menerima bayaran sebesar delapan juta rupiah dan belum menerima sisanya.

“Beta (saya) selama di Opin hidup terlantar, tidak ada tanggungjawab dari Pak Puri, cari makan susah selama sebulan lebih, tapi tetap bertahan usaha tagih utang yang tersisa tujuh juta rupiah kepada Pak Puri, tapi Pak Puri selalu seng respon,” ucap Andika.

“Sehingga dari insiden tersebut Andika mengalami rasa sakit pada bagian leher, dada kiri, dan pembengkakan rahang hingga sulit bernafas dan mengunyah makanan.

Kata dia , gigi geraham bagian bawahnya juga patah saat menerima pukulan keras dari Puri Purnama yang kini tengah mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Maluku Tengah,ucapnya.

“Beta (saya) sempat memohon buat Pak Puri, Pak jang pukuli beta lai Pak,” jelas Andika kepada com.id, Jum’at (18/08/2023).

Ia juga menambahkan , Arta Ipaenin juga mencekik lehernya dengan kedua tangan hingga membuatnya sulit menghela nafas.

“Arta ramas dan cekik kuat beta batang leher dengan dua tangan sampai seng (tidak) kuat hela nafas, gigi yang patah hampir saja Beta telan dan Pak Puri yang ada disitu hanya kasih los saja,” ungkapnya.

Dari masalah tersebut,dia pun telah melapor peristiwa yang menimpanya ke Polres Maluku Tengah, Laporan tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan nomor register LP/B/85/VIII/2023/SPKT/Polres Maluku Tengah/Polda Maluku Selasa (15/08/2023).

Namun hingga berita ini diturunkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tengah, Iptu Galuh Febri Saputra tidak mengonfirmasi saat dimintai tanggapan terkait rencana pemeriksaan para terlapor.

Tinggalkan Balasan

GM TV