oleh

Suami Jadi Pj Bupati Di SBB Istri Sita Uang Makan, Utang Dapur Menumpuk Di Kios Pedagang.

-Berita-1,233 views

GlobalMaluku.ID,Piru-Memburu duit, ternyata bukan saja di lakukan oleh Pj Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB)Andi Chandra As’addudin ,tetapi juga di lakukan oleh istrinya.”Perbuatan yang tidak terpuji yang sedang di lakukan oleh kedua pasangan suami istri ini, merupakan perbuatan yang tak patut di contohi oleh para calon pemimpin masa depan di kabupaten SBB Provinsi Maluku.

Sungguh meris sekali, peristiwa yang saat ini sedang terjadi di kabupaten SBB, namun kepada siapa lagi yang harus kami meminta pertolongan, beginilah jeritan salah seorang pedagang di pasar Piru.

Saya bingung pak, saya ini cuma pedagang kecil -kecilan di pasar Piru, tetapi kalau mereka tidak mau untuk membayar semua bon yang ada di kios saya ini, lantas, dari mana saya bisa belanja lagi, ucap sang pedagang tersebut, pada media ini, Jumat(24/11/2023).

Nama saya ibu Yeni Sahertian, saya sudah lama bekerja sama dengan pihak pendopo, di jaman Bupati sebelumnya, ibu Nana dan bendahara sekretariat, pak Gilo biasa di panggil, mereka selalu datang dan membawa catatan untuk mengambil semua keperluan dapur pendopo di kios saya, tetapi setelah itu mereka datang dan langsung melunasi semua pengambilan yang mereka ambil di kios saya ini, jelas Yeni.

Yeni yang di temui di tempat jualannya di Piru, Jumat(24/11/2023), bisanya, ibu Nana datang bersama orang dapur pendopo, mereka mengambil bahan sesuai catatan, setelah beberapa bulan kemudian, bendahara pak gilo datang dan membayar utang itu, di tahun 2022 kemarin ,mereka pernah membayar sekitar Rp 80 000 000 ( delapan puluh juta rupiah) beber Yeni.

Tambahnya lagi, tetapi sekarang mereka belum mau untuk membayar lagi bon yang baru, total secara keseluruhan sebesar Rp 44 547 000 ( empat puluh empat jutah limaratus empat puluh tujuh ribu rupiah, ) saya sudah pernah di panggil oleh Pj Bupati Andi Chandra untuk hal ini, tetapi begitu saya jelaskan beliau cuma terlihat diam saja, dan saya di suruh pulang kembali.

Saya coba menghubungi gilo selaku bendahara, tetapi gilo tidak pernah menjawab telpon saya, saya juga telah menghubungi ibu Nana, tetapi jawaban Nana ke saya membuat saya bingung.

Nana saat saya tanyakan, Nana mengatakan kalau semua uang telah di tahan oleh ibu Pj Bupati, saya cuma di kasih untuk satu bulan sebesar Rp 300 000, ( tiga ratus ribu rupiah) jelaskan ibu Yeni membeberkan penjelasan Nana kepadanya.

Dari informasi tersebut, setelah di telusuri, ternyata untuk uang makan minum tamu pendopo, sekarang telah di ambil Ali oleh istri Pj Bupati.

Di tempat yang berbeda, sumber lain mengatakan, kalau selama ini, tidak ada tamu di pendopo Bupati, bahkan, mereka para pekerja juga tidak makan di pendopo Bupati, lantas apa saja yang di beli oleh istri Pj Bupati dengan uang makan minum tamu Bupati,? beber sumber sambil bertanya.

Dengan kondisi seperti ini, apakah ibu Yeni sang pedagang harus menagih hutangnya, kepada pemerintah daerah dengan cara harus berorasi juga baru di bayar,? ataukah ibu Yeni harus di salahkan karena telah membuka suara ke publik?

“Nah kalau sudah seperti ini, siapa lagi yang mau di korbankan wahai kalian para Anggota DPRD, apakah ibu Yeni lagi yang kalian kecam,? Masi mau tau info lanjut,? kita tunggu edisi selanjutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

GM TV