oleh

Polisi Di Minta Periksa Setda SBB, Dan Ketua TP-PKK, Norma Riana

-Berita-777 views

GlobalMaluku.ID,Piru-Kondisi keuangan daerah Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) Provinsi Maluku, Mulai goncang, Penjabat(PJ) Bupati dan Setda di duga sama- sama nakal.Brigjen TNI Andi Chandra as’adudin, adalah Pj Bupati, dan Leverne Tuasuun adalah Setda, kedua pejabat penting di lingkup Pemerintah kabupaten ini, terlihat kompak dalam permainan sandiwara di daerah ini.

Andi Chandra setiap saat bolak balik ke jakarta bersama istri, Leverne Tuasuun mengabulkan lewat perjalanan dinas, kerjasama keduanya telah memakan anggaran daerah di perkirakan sudah hampir mencapai puluhan miliar Rupiah.

Perjalanan dinas bagi kepala daerah memang telah di atur berdasarkan Peraturan Menteri keuangan Nomor:113/PMK. 05/2012, tentang perjalanan dinas dalam Negeri bagi penjabat Negara, tetapi yang terjadi di kabupaten SBB lain lagi.

Info yang berhasil di himpun media ini, berdasarkan keterangan dari salah satu pegawai penting di lingkup pemerintah SBB, di setiap Pj Bupati mau berangkat ke jakarta, istrinya juga mau ikut, jadi kita harus buatkan perjalanan dinas bagi keduanya, dan itu sudah sering kali kami lakukan, ujar sumber.

Sumber yang tak mau namanya di sebutkan, kalau berangkatnya mendadak, kami di paksa untuk mencari pinjaman. “Jadi kami merasa terbebani, yang pertama kami harus membayar pinjaman itu, yang kedua, laporan pertanggung jawaban keuangan tentang perjalanan dinas itu juga sangat menjadi beban berat buat kami, ungkap sumber pada media ini, Senin(27/11/2023).

Karena berdasarkan PMK ,05, 2012 , telah di jelaskan perjalanan dinas bagi penjabat Negara, bukan bagi penjabat Negara beserta istri, saya ikut saja kemauan mereka, tetapi jika ada pemeriksaan, maka Pj Bupati dan Setda yang harus bertanggung jawab, karena Pj Bupati yang menggunakan anggaran itu, sedangkan Setda selaku kuasa pengguna anggaran telah menyetujuinya , beber sumber.

Selain perjalanan dinas Pj Bupati yang cukup membengkak, uang makan minum tamu Bupati di pendopo juga lumayan besar angkanya tiap bulan, untuk di ketahui, uang makan minum tamu Bupati dalam satu bulan, telah di anggarkan sebesar Rp 60, 000 000,( enam puluh juta Rupiah,),

Anggaran tersebut harus di kelola dengan baik, dan di kelola oleh penyedia, tetapi ini tidak, yang terjadi sekarang ini, istri Pj Bupati sendiri yang langsung mengambil uang itu, untuk setiap pencairan, cerita sumber, sambil kesal.

Istri Pj Bupati, Ny.Norma Riana, adalah ketua TP- PKK kabupaten SBB, sekarang Rangkap lagi sebagai penyedia pengelola makan minum tamu Pj Bupati di pendopo, akibat kebijakan yang telah ia ambil saat ini, membuat utang dapur pendopo menumpuk di kios pedagang.

Saya minta kepada teman- teman media, agar hal ini harus di publikasikan, jika tidak maka daerah ini akan rusak, saya juga minta kepada pihak kepolisian, agar Setda dan ketua TP-PKK harus di periksa, pinta sumber .

Komentar

Tinggalkan Balasan

GM TV