oleh

Minim SDM, Oknum Dishub Malteng Aniaya Sopir Truk Rental

-Hukrim-266 views

MASOHI- Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah terekam kamera sedang menganiaya sopir mobil truk rental bernama Yanto (43).

Kejadian penganiayaan itu terjadi di jalan Lintas Seram di kawasan Kelurahan Hollo Kecamatan Amahai Kabupaten Malteng. Rabu (8/5/2024) sekira pukul 08.15 WIT

Saat itu, korban Yanto dan kakaknya Santo saat itu sedang dalam perjalanan menuju lokasi kerja menaikkan muatan aspal dari Kali Noa Waipia ke mobil truk milik mereka untuk dibawa ke jalan dusun Wailey Desa Latu Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)

Namun sampai di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang ada sweeping surat-surat kendaraan oleh aparat gabungan Polri dan Dinas Perhubungan. Keduanya kemudian berhenti dan mengikuti mekanisme.

Selang beberapa saat kemudian terjadi adu argumentasi soal kewenangan penahan surat kendaraan (STNK)

Pasalnya dari petugas Dinas Perhubungan menahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mereka. Sedangkan mereka merasa aneh, karena itu bukan kewenangan dinas Perhubungan, namun yang punya kewenangan untuk bertanya dan tahan surat kendaraan bermotor itu adalah Polisi lalu lintas.

“Kami tanya, kenapa tahan surat STNK kami ? Bukannya itu kewenangan Polisi ?? Surat-surat kendaraan kami lengkap, baru diperpanjang di bulan dua (Februari) kemarin,” ujar Santo kakak korban.

Dirasa keliru dan mengganjal, keduanya lantas beradu argumentasi dengan petugas Dinas Perhubungan, karena menahan surat kendaraan mereka. Sedangkan ada petugas polisi lalu lintas setempat yang juga sama-sama bertugas.

Saat sedang beradu argumen. tiba-tiba datang seorang oknum petugas Dinas Perhubungan yang belakangan diketahui identitas yang berinisial ST. langsung memukul korban Yanto. “Tiba-tiba pelaku (ST) datang pukul dari arah belakang,” timpal korban Yanto.

Sebanyak 4 (empat) kali pukulan ke arah belakang leher korban mengenai arah kiri dan kanan leher korban.

Selanjutnya korban Yanto dan kakaknya kembali ke Masohi untuk melaporkan kejadian tindak penganiayaan itu ke aparat kepolisian di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Maluku Tengah guna diproses lebih lanjut. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

GM TV