MASOHI-Polemik gugurnya Samaritan FC dari ajang Soekarno Cup U-17 Zona III terus bergulir. Manajer Samaritan FC, David Latumahina angkat bicara dan menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan materi gugatan yang sebelumnya diajukan oleh SSB Nusantara Masohi.
Dalam keterangannya kepada media, Kamis (21/05/2026), Manajer Samaritan FC menjelaskan bahwa alasan utama yang dijadikan dasar pengguguran timnya dianggap keliru dan tidak relevan dengan permohonan gugatan yang diajukan Nusantara.
Hanya Tiga Pemain U-22, Bukan Empat
Menurut manajer, tudingan bahwa Samaritan FC menurunkan empat pemain U-22 tidak tepat.
“Kalau Fikram nomor 6 disebut manipulasi data dan sudah tidak masuk lagi dalam materi yang digugurkan, maka pemain nomor 2 atas nama Samaritan usianya masih 18 tahun berjalan. Artinya dia masih 17. Jadi kami hanya menurunkan tiga pemain U-22, bukan empat,” tegasnya.
Dugaan Konflik Kepentingan Ketua Askab PSSI
Samaritan FC juga menyoroti dugaan benturan kepentingan di tubuh panitia dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI.
“Ketua Askab PSSI punya dua tim yang bermain, salah satunya kami kalahkan. Jadi potensi keberpihakan ke SSB miliknya sangat mungkin terjadi,” ungkap Manajer Samaritan FC.
Ia mengungkapkan adanya informasi bahwa rapat internal panitia dan pihak politik yang terlibat sebenarnya mengusulkan pertandingan ulang. Namun keputusan itu ditolak oleh Ketua Askab, yang bersikeras pada opsi pengguguran.
“Info dari Ketua Panitia dan Sekretaris DPC PDIP , rapat tadi malam usulkan tanding ulang. Tapi Ketua Askab tetap mau Samaritan digugurkan. Ada potensi ancaman bahwa Askab PSSI Kabupaten yang membantu PDIP akan mundur. Itu yang membuat panitia PDIP takut,” pungkasnya.
Desakan Netralitas Ketua Askab
Manajer Samaritan FC menilai bahwa Ketua Askab semestinya tidak terlibat langsung dalam event yang diikuti oleh timnya sendiri demi menjaga netralitas dan integritas kompetisi.
Sementara itu, dari pihak SSB Nusantara Masohi, melalui pesan tertulis yang beredar, mereka meminta panitia menindaklanjuti surat gugatan yang sebelumnya telah disampaikan secara resmi.
“Ketua panitia tolong tindak lanjuti surat gugatan yang sudah kami masukan,” demikian isi pesan tersebut.


































