GlobalMaluku.ID, AMBON – Aksi turun Demonstrasi dilakukan oleh Mahasiswa dari tiga Almamater yakni Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Universitas Darussalam (UNIDAR), sebagai bentuk protes terhadap Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 2025, tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Aksi yang digelar puluhan Mahasiswa tepat di jalan Pattimura depan Kantor Polsek Sirimau. Para pendemo menyuarakan tiga hal yang menjadi tuntutan mereka dalam aksinya. Kamis (20/02/2025).
Koordinator Lapangan (KORLAP)
Osan Marbow dalam orasinya membacakan tiga poin tuntutan. Berikut isi tuntutannya:
Berhentikan efisiensi anggaran.
Meminta Pemerintahan Pusat (Pempus) untuk melakukan penambahan kuota KIP kuliah pada perguruan tinggi se-Maluku.
Kembalikan pendidikan sebagai program prioritas bukan program pendukung.
”Jika terjadi efisiensi anggaran maka tentu kami menduga akan berdampak pada pemangkasan anggaran pendidikan pada Kementerian Pendidikan dan pasti berdampak pada kampus-kampus yang bergantung pada APBN,” ujarnya menduga.
”Kami melihat Maluku hari ini masih rentan terhadap kemiskinan. Sehingga kami meminta kepada pemerintah untuk menambahkan kuota KIP kuliah supaya bisa terjadi perkuliahan gratis di Provinsi Maluku,”harapnya.
“Kami inginkan bahwa Indonesia emas itu bisa tercapai sebagai cita-cita negara Indonesia hari ini 2025, maka harus disodorkan dengan pendidikan gratis bukan Makan Bergizi Gratis (MBG),” sentilnya.
”Untuk itu pendidikan harus dialihkan menjadi program prioritas bukan program pendukung,”pintanya.
Para pendemo berharap para pejabat daerah dapat mendengar tuntutan yang mereka sampaikan, agar dapat disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Bahwa kami Mahasiswa di Maluku juga menolak Kebijakan Pemerintah Pusat, sebagaimana seruan Nasional yang hari ini terjadi,”tandasnya. (VR)

































