Home / Berita

Senin, 13 Juli 2026 - 18:26 WIB

Evaluasi Kinerja Daerah, Wali Kota Ambon Soroti Pendapatan, TPP ASN hingga Raja Definitif Negeri Adat

AMBON – Wali Kota Ambon memaparkan sejumlah capaian dan tantangan pembangunan daerah dalam pembahasan kebijakan anggaran bersama DPRD Kota Ambon, Seni (13/7/2026). Selain menyampaikan indikator makro yang menunjukkan tren positif, Wali Kota juga menegaskan pentingnya penyusunan APBD yang realistis, peningkatan pendapatan daerah, serta penyelesaian persoalan pemerintahan negeri adat.

Dalam pemaparannya, Wali Kota menyebutkan, inflasi daerah sepanjang tahun 2025 berhasil ditekan secara terpadu hingga berada pada angka 4,23 persen. Sementara itu, angka kemiskinan mengalami penurunan menjadi 4,33 persen.

Di sisi lain, tingkat pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Ambon karena masih berada pada angka 11,37 persen.

Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon mencapai 83,97 poin, yang menempatkan Kota Ambon sebagai salah satu daerah dengan rata-rata IPM tertinggi secara nasional.

Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap sektor pendapatan daerah, terutama dari retribusi sampah dan parkir agar target yang ditetapkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga  Wagub Pimpin Rapat RPJMP Provinsi Maluku, Ini Yang Dikatakannya

“Kita butuh penyusunan APBD secara baik untuk menghindari tidak tercapainya asumsi pendapatan. Jika pengelolaan retribusi sampah ini tidak bisa maksimal, kita harus melakukan penyesuaian di dokumen KUA-PPAS 2026. Jangan paksakan angka capaian yang tinggi jika realisasinya tidak terpenuhi,” tegas Wali Kota.

Menanggapi aspirasi terkait pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Wali Kota memberikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kesehatan atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan pemberian TPP tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah agar tidak membebani APBD.

Selain persoalan fiskal, pembahasan juga menyoroti belum hadirnya raja definitif di sejumlah negeri adat di Kota Ambon. Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota siap memfasilitasi proses tersebut, namun keputusan tetap bergantung pada kesepakatan masyarakat adat di masing-masing negeri.

Baca Juga  Terima Kedatangan Tim Penilai Lomba Desa dan Lomba 10 Program Pokok PKK, Pj Bupati SBB Berharap Desa Eti Dapat Nilai Terbaik

“Pemerintah Kota tidak akan mampu menghadirkan raja definitif jika tidak ada kesepakatan di tingkat negeri. Kalau mereka sendiri tidak peduli dengan kehadiran raja definitifnya, saya kira kita jalan saja dengan Penjabat Kepala Pemerintah Negeri,” tandasnya.

Wali Kota juga meminta dukungan Komisi I DPRD Kota Ambon untuk memanggil para pemangku adat agar memperoleh pemahaman yang sama mengenai mekanisme pengangkatan raja definitif.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota hanya dapat memproses pengangkatan setelah menerima usulan resmi bakal calon dari saniri negeri dan tidak memiliki kewenangan mencampuri urusan adat yang menjadi hak masyarakat setempat.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pengelolaan keuangan daerah yang sehat, peningkatan kesejahteraan aparatur, serta penyelesaian berbagai persoalan pemerintahan berbasis adat secara konstitusional.

Share :

Baca Juga

Berita

Noaf Rumauw Dorong MBD dan KKT Jadi Prioritas Tenaga Kerja Blok Masela

Berita

TP Posyandu Maluku Kunjungi Kepulauan Aru, Dorong Percepatan Transformasi 6 SPM

Berita

AIKO Health Temui Bupati Malteng, Bahas Pemanfaatan AI untuk Perluas Akses Informasi Kesehatan

Berita

Dies Natalis ke-39, Wali Kota Ambon Dorong Polnam Perkuat SDM Unggul dan Berdaya Saing

Berita

Pemkab Malteng Percepat Hilirisasi Kelapa dan Pala, Masyarakat Adat Nyatakan Dukungan

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Tiga Pilar Kepemimpinan Saat Buka PKJL AMGPM Dakota

Berita

Sekot Ambon Dorong Percepatan Penetapan Raja Definitif di 7 Negeri

Berita

Sekot Ambon: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Ruh Pelayanan Aparatur Negara