Home / Berita

Jumat, 9 Februari 2024 - 05:50 WIB

Tuarita Membantah Adanya Black Campaign, Mereka Hanya Ingin Menjatuhkan Widya Pratiwi

GlobalMaluku.ID,Ambon-Adanya kampanye hitam (black campaign) untuk menjatuhkan Widya Pratiwi sebagai caleg DPR RI dapil Maluku dari Partai Amanat Nasional (PAN), ditanggapi Ketua Tim Pemenangan Widya Pratiwi, Haerudin Tuarita.

Dirinya menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta KTP pemilih dan menjanjikan untuk memberikan uang sebesar Rp 300ribu-600ribu rupiah bagi masyarakat untuk mencoblos Widya Pratiwi.

“Isu ini merupakan black campaign untuk menjatuhkan Widya Pratiwi. Apalagi Widya Pratiwi adalah figur yang potensial terpilih sebagai wakil rakyat dari Maluku ke DPR RI periode 2024-2029. Isu ini sangat merugikan ,”tandasnya.

Kata dia, Widya Pratiwi bukan politisi yang hanya duduk diam saja. Tetapi dirinya turun ke daerah-daerah untuk bertemu langsung dan berdialog dengan masyarakat, tegasnya.

Menurutnya, Widya Pratiwi mempergunakan seluruh waktu kampanye tatap muka terbatas itu mulai dari tanggal 28 November sampai 20 Januari. Sementara di atas tanggal 21 Januari sampai tanggal 10 Februari kampanye rapat umum.

“Dari tanggal 20 januari Widya Pratiwi turun ke masyarakat dan menjangkau hampir seluruh kabupaten kota yang ada di Maluku. Bahkan sampai pada tingkat desa dan kecamatan, mulai dari Tanimbar, Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kota Ambon . Sudah 9 kabupaten yang kami datangi. Itu artinya Widya Pratiwi juga ingin mensosialisasikan diri dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat kampanye -kampanyenya,”jelas Tuarita kepada media ini, Minggu (04/02/2024).

Baca Juga  Akibat Cuaca Buruk,Pelni Ambon Tunda Kapal Sabuk Nusantara

Tuarita jelaskan, dengan turun langsung dan berdialog dengan masyarakat, Widya Pratiwi mengajak untuk mengedukasi bagaiamana demokrasi yang baik .Dengan bertatap muka, berdialog dan berinteraksi langsung, masyarakat juga bisa mengetahui tentang kandidat yang akan dipilihnya, agar tidak pilih kucing dalam karung .

“Widya Pratiwi telah melakukan kampanye dari tanggal 28 November sampai hari ini, 4 Januari, berarti sudah sekitar 67 hari melakukan kampanye tatap muka itu. Dan kami temui hampir 500 kali lebih bertatap muka termasuk di rumah. Ini artinya ada 500an kesempatan dimana Widya Pratiwi mengedukasi masyarakat, disamping mensosialiasikan dirinya sebagai calon anggota DPR RI,”bebernya.

Dikatakannya, yang sudah dilakukan Widya Pratiwi adalah mensosialisasikan dirinya dengan baik, juga mengedukasi masyarakat, mengajak bagaimana cara memilih yang benar, cara mencoblos yang benar, melakukan simulasi dan tidak mengajak warga untuk golput, itu artinya sama-sama menjunjung sportifitas dalam masa kampanye.

Baca Juga  Polres SBB Amankan Deklarasi Damai

“Jika akhir-akhir ini banyak isu-isu yang dimainkan dalam bentuk kampanye hitam untuk menjatuhkan calon tertentu, salah satunya Widya Pratiwi. Dimana ada orang yang mengaku sebagai tim Widya Pratiwi, mengetok pintu rumah orang, meminta KTP dengan imbalan akan memberikan 300-600 ribu . Ini tentu ini sangat merugikan bagi Widya Pratiwi, karena kami dengan sepenuh hati menjalankan mekanisme yang ada di aturan,”ucapnya.

Dia berharap kepada pihak penyelenggara, pihak kepolisian, kejaksaan, agar bisa mendeteksi masalah-masalah seperti ini, agar tidak terjadi caos.

“Kami mengajak pihak terkait dari keamanan agar dapat menyikapi masalah seperti itu dan kami akan menyurati Gakkumdu, supaya kami bisa tenang dalam bekerja,”tegasnya.

Tuarita mengakui, dalam melaksanakan kampanye, ada surat menyurat yang di keluarkan oleh partai untuk melakukan ijin.

“Hal ini dilakukan supaya kita bisa sama – sama menjaga marwah demokrasi itu, karena disitu dilibatkan juga pihak Bawaslu, Kejaksaan, Polri, yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu sebagai pengawas, agar jangan sampai ada kecurigaan pidana tentang kampanye itu sendiri,”ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dan Tegaskan Netralitas ASN dalam Seleksi Sekkot

Berita

Pemkot Ambon Tempuh Jalur Hukum terhadap Konten TikTok Diduga Bermuatan Fitnah

Berita

Unpatti Gelar Expo dan Job Fair 2026, Dorong Kolaborasi dan Pengembangan Talenta Unggul

Berita

KONI Maluku Resmikan Pengurus Baru KONI Ambon 2025–2029, Siap Dongkrak Prestasi Olahraga

Berita

Ajang Bergengsi Duta Kampus Unpatti 2026: Lahirkan Mahasiswa Inspiratif dan Berdaya Saing Global

Berita

Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Digital dan Syariah di Maluku

Berita

Bupati SBB Hadiri Musrenbang RKPD Maluku 2027, Dorong Sinergi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Berita

Perkuat Kepemimpinan Daerah, Ratusan Ketua DPRD Ikuti Retret Nasional di Magelang