Home / Berita

Rabu, 25 Juni 2025 - 22:03 WIB

Alokasi Anggaran Rehab Rumah Dinas Gubernur Masih Tergolong Wajar.

AMBON- Anggaran Rehabilitasi Rumah Dinas Gubernur Maluku yang menelan anggaran kurang lebih Rp 14 miliar dan menuai polemik dipublik Maluku masih dalam angka wajar.

Anggota DPRD Provinsi Maluku Saudah Tuankotta/Tethool saat ditemui awak media di rumah aspirasi rakyat. Karang Panjang. Rabu, (25/06/2025) mengatakan ”polemik yang terjadi, dikarenakan anggaran yang mencapai kurang lebih Rp 14 miliar untuk rehab seluruh ruangan Rumah Dinas (Rumdis) serta melengkapi semua furnitur yang tidak ada atau kosong pasca masa pemerintahan 5 lima tahun sebelumnya,”

Lanjutnya, ”pekerjaan rehab Rumdis yang dilakukan Pemerintah Daerah Maluku merupakan aset negara/daerah, bukan milik pribadi. Apalagi lima tahun sebelumnya tidak ditempati, sehingga kondisi Rumdis terlihat terbengkalai dan memprihatinkan,”

”Mungkin dianggap tidak wajar dari anggaran, bukan fantasis tetapi sampai mendekati Rp 14 miliar. Jadi kalau memang hari ini kondisi Rumdis terlihat kosong melompong, memprihatinkan, memang anggaran yang digunakan itu wajar,” ungkapnya

Baca Juga  Walikota Ambon Buka Program “Ambon Berhaji, Ambon Berkah”

Tethool menjelaskan, anggaran untuk rehab Rumdis, sesuai rencana awal hanya mencapai Rp 8 miliar. Namun anggaran tersebut justru masih kurang karena berbagai faktor. Sehingga dari hasil pembahasan lanjutan, alokasi anggaran bertambah. Hal ini dikarenakan saat melakukan rehab, tidak dilakukan survei, sehingga ketika direview terjadi penambahan.

”karena di kediaman Gubernur sudah tidak ada lagi seluruh peralatan yang selama ini menjadi aset Pemerintah Daerah, seperti tempat tidur dan lain sebagainya, Apakah Gubernur harus tidur dilantai. Apakah Presiden kalau datang tidur di tikar, kan tidak mungkin. Sehingga ruangan-ruangan yang disiapkan hari ini, mencakup kamar Presiden, Wapres juga kamar Menteri ,” ucapnya

Baca Juga  Ini Yang Disampaikan Dr. Aqua Dwipayana Pada Pertemuan Bersama FJPI Maluku

“Makanya pada saat kedatangan Menteri Bapennas beliau meminta untuk tinggal di Rumdis Gubernur, ternyata pak Gubernur menyampaikan minta maaf Rumdis belum selesai direhab, karena tidak digunakan atau terbengkalai kurang lebih 5 tahun. Jadi kalau ini menjadi polemik, ini sungguh aneh, miris,” pungkas Politisi Perempuan dari partai Gerindra itu

Ia berharap, polemik yang terjadi jangan diperpanjang, mengingat apa yang dilakukan Pemerintah tidak lain adalah untuk memelihara aset daerah yang selama ini terbengkalai dari pemerintahan sebelumnya.

”Jadi kalau di politisir bahwa Gubernur habiskan anggaran, tidak. Itu masih wajar. Bahkan anggaran yang ada saja masih kurang, karena barang-barang yang digunakan nantinya tidak terlalu mewah dan mahal, yang penting bisa digunakan dan ditempati,” tutup Tethool.

Share :

Baca Juga

Berita

Kejagung Sosialisasikan LPSE Versi 6 dan Pengelolaan BMN di Maluku, Kajati Tekankan Tertib Administrasi

Berita

Rektor Unpatti Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Pelayanan dan Integritas

Berita

KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Diserahkan, DPRD Maluku Mulai Soroti Ruang Fiskal Daerah

Berita

Dubes Selandia Baru Kunjungi Unpatti, Perkuat Kolaborasi Energi Bersih dan Terbarukan di Maluku

Berita

DPRD Maluku Minta Nilai Pinjaman PT SMI Diperjelas, Penggunaan Dana Harus Transparan

Berita

Unpatti Dukung Penguatan Energi Terbarukan Maluku, Prof Dominggus Hadiri Kick Off NZMATES Phase 2

Berita

KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Diserahkan, Pemkot Ambon Tekan Defisit hingga Rp205,4 Miliar

Berita

Ketua DPRD Maluku Minta Patahuwe-Lisabata Akhiri Konflik, Jangan Ada Lagi Aksi Balasan