AMBON – Universitas Pattimura kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus riset berbasis kepulauan lewat peluncuran Pusat Studi Pengelolaan Kawasan Berbasis Masyarakat (PS-PKBM) yang resmi dikukuhkan pada Senin, 25 Mei 2026, di Aula Rektorat.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak penelitian, pendampingan, hingga pengambilan kebijakan berbasis data untuk mengelola potensi wilayah, khususnya di daerah pesisir dan kepulauan yang menjadi karakter utama Provinsi Maluku.
Rektor: PS-PKBM Bukan Sekadar Pusat Studi, Tetapi Instrumen Transformasi
Rektor Prof. Dr. Fredrik Leiwakabessy menyampaikan bahwa pembentukan pusat studi ini merupakan jawaban atas kebutuhan pengembangan daerah yang selaras dengan standar kementerian.
“Ini bukan hanya pusat studi, tetapi instrumen transformasi yang menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Unpatti harus mampu memberi kontribusi nyata, terutama bagi wilayah pesisir,” tegas Rektor dalam sambutannya.
Menurutnya, PS-PKBM akan menjadi ruang kolaborasi lintas fakultas, kementerian, dan lembaga yang selama ini menangani isu pengelolaan kawasan berbasis masyarakat.
“Harapan Baru untuk Pengelolaan Kawasan di Maluku”
Ketua Tim Kelompok Kepakaran dan Laboratorium Prodi Arsitektur Dr. Adrian S. M. Walangitan, mewakili tim inisiator, menyampaikan bahwa pusat studi ini lahir dari kebutuhan untuk menyatukan para ahli dalam bingkai penelitian yang berkelanjutan.
“PS-PKBM akan menjadi rumah besar bagi para peneliti dari berbagai bidang arsitektur, perikanan, pertanian, ekonomi, sosial, kehutanan hingga hukum untuk merumuskan model pengelolaan kawasan yang sesuai dengan karakter masyarakat Maluku,” ujarnya.
Kementerian Dukung Penuh Penguatan Riset Daerah
Dalam kesempatan itu, hadir perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yaitu Dr. Yahya Hamid (Tim Kesepakaran Kolegium Arsitektur) dan Prof. I Wayan Widiada (Koordinator PKKM Arsitektur Indonesia).
Keduanya menilai langkah Unpatti sangat tepat dan relevan dengan arah pembangunan nasional.
“Kawasan berbasis masyarakat adalah masa depan pembangunan daerah. Unpatti punya modal sumber daya dan posisi strategis untuk menjadi pusat rujukan nasional,” kata Prof. Widiada.
Kolaborasi Lintas Fakultas & Dukungan Internal Unpatti
Sejumlah pimpinan dan ketua gugus tugas dalam lingkup Unpatti turut hadir, antara lain:
- Wakil Rektor Bidang Akademik
- Ketua Gugus Tugas Penyusunan Dokumen Rensra Unpatti
- Para Ketua Gugus Tugas Fakultas
Kehadiran mereka memperkuat dukungan institusional agar PS-PKBM tidak hanya menjadi simbol, tetapi pusat kerja nyata.
Hasilkan Roadmap Riset & Model Pengelolaan Kawasan
PS-PKBM ditargetkan menghasilkan:
- Peta potensi kawasan di wilayah pesisir dan kepulauan
- Model pengelolaan ruang berbasis masyarakat
- Kajian ilmiah untuk mendukung kebijakan daerah
- Program pemberdayaan masyarakat berbasis riset
- Kerja sama dengan kementerian dan lembaga nasional
Unpatti menegaskan bahwa pusat studi ini akan menjadi jembatan antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan yang efektif.
Penutup: Unpatti Menuju Kampus Riset Kepulauan Berkelas Nasional
Dengan dikukuhkannya PS-PKBM, Universitas Pattimura mengambil langkah konkret menuju transformasi institusi berbasis riset.
“Inilah momentum Unpatti untuk tampil sebagai kampus unggul yang menjawab kebutuhan daerah. Kita bergerak tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Maluku,” tutup Rektor.



































