GlobalMaluku.ID,Piru-Mengahadapi musim penghujan yang disertai cuaca ekstrem, Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB), Nasir Surialy, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman seperti banjir, longsor dan gelombang ekstrem di laut.
Melalui peringatan dini BMKG, kami terus berupaya meminimalkan resiko bencana dengan memastikan masyarakat siap mengahadapi kemungkinan-kemungkinan yang muncul akibat cuaca ekstrem, ujarnya pada media ini di ruang kerjanya, Senin(10/2/2025).
Ia juga meminta kepada masyarakat, untuk lebih aktif dalam mencegah terjadinya bencana, terutama dengan melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri.
Untuk para nelayan, dirinya juga mengingatkan agar lebih berhati-hati saat melaut, terutama ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Utamakan keselamatan.
Selain itu untuk warga yang tinggal di bantaran sungai kawasan pegunungan atau lereng tebing, yang pergi ke hutan untuk berhati -hati dan meningkatkan kewaspadaannya .
Jaga keselamatan diri dan laporkan jika terdapat situasi berisik kepada pihak berwenang agar penanganan dalam dilakukan lebih cepat dan efektif.
Terkait dengan bencana saat ini di kabupaten SBB hampir semua kecamatan terkena bencana,baik itu banjir,pohon tumbang, dan juga cuaca ektrem.
Kata kadis, bencana ini bukan hanya bencana banjir, tapi juga laut, contoh Manipa tenggelamnya spit dua nona,kemudian minggu-minggu ini ada di desa waisala dusun Hatu Alang jalan amblas, Taniwel dan Taniwel Timur itu juga banjir sampi air masuk ke pemukiman warga.”Dan yang lebih parah itu di dusun Laala desa Lokki Kecamatan Huamual ,salah satunya jembatan jebol atau putus.Kami BPBD SBB sudah menangani jembatan tersebut,jelas Surialy
Untuk penanganan yang lainnya belum,seperti di desa Kamariang dan Latu.
Kami ucapkan Terima kasih untuk Baznas SBB yang sudah membantu warga masayarakat di Desa Latu.
Lanjutnya, kami sudah buat dalam bentuk SK dan dinas PU Sudah mengambil langkah-lakngkah untuk menyelesaikan.”Dan bencana ini bukan tanggungjawab BPBD saja ,tetapi tanggung jawab kita semua,ungkap mantan kadis PU SBB tersebut.
Terkait dengan Kamariang ini,sampai saat ini Surialy mengakui belum ada pemeberitahuan dari Pemerintah desa atau kepala desa terkait dengan bencana terjadi di desa Kamariang, paleng tidak kepala desa harus memberikan pemberitahuan karena kerja sama itu sangat penting jadi setiap ada bencana secepatnya melakukan pemberitahuan supaya kita juga bisa mengambil langkah-langkah, ujarnya.
Memang masalah bencana tidak semuanya ditanggulangi oleh BPBD ,tapi dengan SK tanggap yang di buat oleh BPBD itu malah OPD-OPD teknis terkait lainnya yang membantu kita, misalnya dinas PU tangani terkait masalah jalan, dinas Perumahan, Dinas Sosial, Ketahan Pangan dan kita di BPBD normalisasi sungai kita bisa bantu, jelas Kadis.
Disisi lain BPBD tidak menutup mata, kami akan membantu sesuai dengan kemampuan yang ada di BPBD. Dan kami akan selalu berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait ,juga BNPB dalam membuat proposal,serta para wartawan dalam memberikan solusi dan juga dalam pemberitaan.
Untuk diketahui jumlah korban bencana,di desa Kamariang itu belum ada data, hanya ada data yang mereka kasih masuk itu 3 Kepala keluarga(KK) atau tiga jiwa,di desa Latu ada kebakaran itu 2 jiwa 1 KK, sedangkan untuk pohon tumbang , 1 KK tiga jiwa kejadian itu pasca pohon tumbang ,sampai kemarin hari minggu di Desa Latu, cuma kita belum bisa bertindak apapun karena sesuai Osp harus sesuai laporan dari bencana yang terjadi di desa tersebut.
Surialy juga menambahkan, “kalau untuk desa Piru, pohon tumbang,kena rumah warga milik keluarga Pirsouw dan Keluarga Josep, jadi tinggal bagaimana kita upayakan dalam pepenanganan dan Desa Buano Utara 1 KK.
Ia juga mengatakan semua data-data ini akan menjadi legalitas kami untuk menindaklanjutinya dalam membuat SK dan akan ditanda tangani oleh Bupati,tutupnya.

































