GlobalMaluku.ID,Piru-Andi Candra As’aduddin mantan Penjabat Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) , menunjuk Amrosis Putileihalat untuk menjadi penjabat Desa Lokki, banyak masalah yang terjadi di tempat tugasnya.
“Pasalnya, ada sekelompok orang yang memanfaatkan kelemahan Amrosis untuk memuluskan dugaan kejahatan mereka, hal ini terjadi, karena mereka tau, kalau Amrosis di duga gangguan jiwa, miris.
Untuk di ketahui, dari cara dia berbicara, sampai pada keputusan yang telah dia ambil selaku pj Desa Lokki, telah nampak sekali gangguan kejiwaannya, seperti, pembuatan surat keterangan tanah, yang seharusnya, SKT itu tidak di kenakan biaya administrasi, tetapi Amrosis justru meminta upa untuk satu lembar SKT, di kenakan biaya sebesar Rp 250 000. (dua Ratus lima puluh Ribu Rupiah) dan SKT yang sudah terbit, telah berjumlah sekitar, 850 lembar.
Selain itu, Amrosis juga di duga di suruh oleh sekelompok orang untuk membuat surat keterangan, kalau telah di keluarkan surat keputusan oleh pj Desa Lokki, untuk meningkatkan status RT menjadi Dusun, padahal, jumlah penduduk di lingkungan RT itu, belum memenuhi persyaratan.
setelah di telusuri, ternyata, SK Dusun yang di buat oleh Amrosis, untuk sekedar di pegang oleh orang yang ada bersamanya, supaya orang itu bisa menunjuk kepada warga di lingkungan RT tersebut, kalau lingkungan mereka sekarang ini, bukan lagi sebagai RT, tetapi sudah ada peningkatan, menjadi Dusun, dengan harapan, warga harus memilih drinya sebagai calon anggota DPRD SBB.
Diduga, SK itu di gunakan sebagai dokumen penipuan, untuk kepentingan politik orang tersebut.
Ditambah lagi, ada sekelompok orang yang datang ke kantor Desa untuk meminta beras dan sejumlah uang, dengan alasan, mereka disuruh oleh Amrosis, padahal, beras yang ada di kantor Desa, adalah beras bantuan yang akan di bagikan oleh pegawai kantor pos Piru kepada masyarakat penerima bantuan. mendengarkan permintaan dari kelompok itu, pegawai dikantor Desa tidak peduli dengan mereka, karena mereka merasa tidak di layani oleh stap Desa, kelompok itu langsung menghubungi Amrosis lewat telepon, akhirnya, Amrosis menyuruh salah satu dari kelompok itu untuk memberikan HP genggam kepada salah satu stap Desa, lewat telepon, Amrosis perintahkan untuk kasi beras beberapa karung buat kelompok itu, tetapi stap Desa menolak, karena yang sedang membagikan beras adalah pegawai kantor pos, bukan stap Desa, dan beras itu adalah hak masyarakat, aksi kelompok itu dikantor Desa Lokki, di saksikan oleh Ratusan masyarakat penerima bantuan.
Awak Media mencoba untuk konfirmasi dengan staf Desa di Lokki, tetapi belum terhubung, namun, ada beberapa warga penerima bantuan yang dihubungi awak media , mereka mengaku, melihat kejadian itu, saya melihat langsung kejadian itu, ucap salah satu sumber, yang tidak ingin namanya di publikasikan,saat itu, ada seorang perempuan datang ke kantor Desa, dia mengaku, dia adalah istri HUSEN Ltaip, dia juga mengaku, kalau suaminya HUSEN, adalah stap kusus Amrosis, jadi saya disuruh oleh suami saya untuk ambil beras milik penjabat Desa, ucap sumber meniru pembicaraan perempuan yang mengaku istri Husen itu.
Lanjut dia, saya lihat ada stap yang menjelaskan kepada perempuan itu, dalam penjelasannya kepada istri Husen, stap menyuruh dia, silahkan kordinasi dengan pihak kantor Pos, karena kami tidak tahu itu, cerita sumber yang melihat kejadian tersebut.
sedangkan, di tempat yang berbeda, sumber lain juga mengaku, saya melihat, ada salah satu laki- laki datang lagi ke kantor Desa, orang itu saya kenal, namanya Amir Banda, saya kenal dia dari wajahnya, karena pipi kiri dan kanannya ada bekas luka besar, dan Amir itu juga adalah Mantan Narapidana kasus pemerkosaan. Saya lihat Amir sedang di marahi oleh salah satu stap Desa Lokki, begitu saya kroscek, ternyata, Amir datang untuk meminta uang dari Stap Desa, dengan alasan, dia disuruh oleh Amrosis selaku penjabat kepala Desa. tetapi upaya Amir saya lihat tidak berhasil.
Bukan cuma itu saja, Amrosis juga, di duga, telah menjual lahan milik masyarakat petani di Desa Lokki kepada pihak BANK MALUKU(BPDM) , akibat dari kebijakan Amrosis yang telah menjual lahan Warga, membuat petani perkebunan kehilangan lahan kebun mereka, padahal, dilahan itu lah, tempat mereka meng gantungkan hidup selama berpuluh puluh tahun lamanya, namun, setelah munculnya Amrosis menjadi pj Desa, hidup mereka kini, menjadi susah.
Warga di Desa Lokki sangat berharap kepada Pj Bupati yang baru, agar bapak segerah menggantikan Pj Desa Lokki atas nama Amrosis putileihalat, sebab setelah dia masuk untuk menjadi Pj Desa Lokki, terdapat, begitu banyak masalah yang terjadi.
“Kami sangat berharap, agar suara kami ini, bisa di dengar oleh Pj Bupati SBB, Dr. A. Jais Ely, S.T.,M.Si,. harap sumber.
Sumber juga mengatakan, yang perlu bapak Pj Bupati ketahui, apabila ada sekelompok orang yang datang menemui bapak untuk tetap mempertahankan Amrosis selaku Pj DesaLokki, mereka lah kelompok Amrosis yang selama ini, beraksi diwilayah Desa Lokki yang membuat masyarakat resah, tandasnya.


































