Home / Berita

Senin, 9 Juni 2025 - 07:20 WIB

Efisiensi Anggaran, Jauwerissa Ratu anak Ambil Langkah Berani Untuk Bangun Tanimbar

TANIMBAR – Pemerintahan baru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar(KKT)di bawah kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak tengah menghadapi tantangan luar biasa. Mereka mewarisi kondisi daerah yang, secara terang-terangan, nyaris dalam kondisi “porak-poranda” baik secara keuangan, infrastruktur, maupun tata kelola pemerintahan.

Utang daerah membengkak hingga mencapai angka mengkhawatirkan. Sejumlah proyek strategis terhenti di tengah jalan, bangunan-bangunan kantor pemerintahan dibiarkan rusak tanpa sentuhan pemeliharaan, dan anggaran daerah sebelumnya justru banyak dihamburkan untuk pembangunan got dan tugu yang tak berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Kami tidak datang untuk mencari-cari kesalahan atau menyalahkan siapa pun. Tapi kenyataan di lapangan tidak bisa kami tutupi. Ini adalah realitas yang harus kami benahi bersama,” ujar Bupati Ricky Jauwerissa belum lama ini.

Baca Juga  Sebanyak 1028 Pegawai Kontrak/Honorer Pemkot Dapatkan G 13

Untuk menjawab krisis fiskal dan memperbaiki fondasi pemerintahan, pasangan Jauwerissa–Ratuanak mengambil langkah berani: efisiensi besar-besaran. Sejumlah pos belanja yang dianggap tidak mendesak dipangkas, honorarium dan belanja birokrasi diperketat, serta pendekatan baru diterapkan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Namun, langkah ini tak sepenuhnya diterima mulus. Suasana keresahan mulai terasa di lingkungan birokrasi dan sebagian masyarakat. Ada yang khawatir kehilangan kenyamanan lama, ada pula yang mulai mempertanyakan arah kebijakan baru ini.

“Resah itu wajar.”Tapi jika kita terus mengeluh tanpa mau berubah, maka Tanimbar akan tetap terjebak dalam lingkaran masalah yang sama. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk berpikir dan bertindak kreatif,” kata Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak dalam sebuah dialog publik pekan ini.

Baca Juga  Gelar Deklarasi Damai, Ini Harapan Ketua Majelis Latupati Kota Ambon

Pasangan pemimpin ini ingin membawa perubahan bukan lewat pencitraan, tapi lewat kerja nyata dan transformasi menyeluruh. Mereka mendorong semua pihak untuk meninggalkan pola pikir lama yang pasif dan konsumtif, menuju pemerintahan yang melayani dan masyarakat yang partisipatif.

Dan kini, KKT memasuki babak baru. Babak yang tidak mudah, tetapi menjanjikan arah yang lebih sehat dan transparan. Masa depan yang lebih baik memang belum terlihat hari ini, tetapi fondasi sedang diletakkan. Dan untuk itu, keberanian, konsistensi, dan dukungan rakyat akan menjadi kunci.(Tim)

Share :

Baca Juga

Berita

Wagub Maluku Buka Sahari Dilahasuang di Negeri Laha, UMKM dan Kuliner Lokal Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Berita

Ely Toisutta dan Dody Wiranto Ajak Pemuda Maluku Jadi Pelopor Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Era Digital

Berita

Solichin Buton Warning Pembebasan Lahan TPU Arbes: Status Tanah Harus Jelas, Hindari Masalah Hukum

Berita

Desakan Pemakzulan Abdullah Vanath Menguat, Watubun Tegaskan DPRD Tak Bisa Bertindak Sepihak

Berita

Wagub Maluku Dorong Perluasan Peluang Kerja bagi Pemuda, Solidaritas Jadi Kunci Datangkan Investasi

Berita

Ombudsman Maluku Soroti Pelayanan Publik SBB, Bupati Diminta Pastikan Perbaikan Nyata

Berita

Maluku Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa: Penghargaan Ini Milik Seluruh Rakyat dan Pemuda

Berita

Wali Kota Ambon Dorong TP-PKK Jadi Mitra Strategis, Bidik Optimalisasi PAD