Home / Berita

Senin, 9 Juni 2025 - 07:20 WIB

Efisiensi Anggaran, Jauwerissa Ratu anak Ambil Langkah Berani Untuk Bangun Tanimbar

TANIMBAR – Pemerintahan baru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar(KKT)di bawah kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak tengah menghadapi tantangan luar biasa. Mereka mewarisi kondisi daerah yang, secara terang-terangan, nyaris dalam kondisi “porak-poranda” baik secara keuangan, infrastruktur, maupun tata kelola pemerintahan.

Utang daerah membengkak hingga mencapai angka mengkhawatirkan. Sejumlah proyek strategis terhenti di tengah jalan, bangunan-bangunan kantor pemerintahan dibiarkan rusak tanpa sentuhan pemeliharaan, dan anggaran daerah sebelumnya justru banyak dihamburkan untuk pembangunan got dan tugu yang tak berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Kami tidak datang untuk mencari-cari kesalahan atau menyalahkan siapa pun. Tapi kenyataan di lapangan tidak bisa kami tutupi. Ini adalah realitas yang harus kami benahi bersama,” ujar Bupati Ricky Jauwerissa belum lama ini.

Baca Juga  Kelurahan Honipopu Resmi Jadi Desa Binaan Moderasi Beragama, Ini Harapan Pj Walikota Ambon

Untuk menjawab krisis fiskal dan memperbaiki fondasi pemerintahan, pasangan Jauwerissa–Ratuanak mengambil langkah berani: efisiensi besar-besaran. Sejumlah pos belanja yang dianggap tidak mendesak dipangkas, honorarium dan belanja birokrasi diperketat, serta pendekatan baru diterapkan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Namun, langkah ini tak sepenuhnya diterima mulus. Suasana keresahan mulai terasa di lingkungan birokrasi dan sebagian masyarakat. Ada yang khawatir kehilangan kenyamanan lama, ada pula yang mulai mempertanyakan arah kebijakan baru ini.

“Resah itu wajar.”Tapi jika kita terus mengeluh tanpa mau berubah, maka Tanimbar akan tetap terjebak dalam lingkaran masalah yang sama. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk berpikir dan bertindak kreatif,” kata Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak dalam sebuah dialog publik pekan ini.

Baca Juga  Natal Pemkot Ambon, Ini Pesan Walikota : "Momentum Merawat Keragaman dan Menghormati Perbedaan di Kota Ambon"

Pasangan pemimpin ini ingin membawa perubahan bukan lewat pencitraan, tapi lewat kerja nyata dan transformasi menyeluruh. Mereka mendorong semua pihak untuk meninggalkan pola pikir lama yang pasif dan konsumtif, menuju pemerintahan yang melayani dan masyarakat yang partisipatif.

Dan kini, KKT memasuki babak baru. Babak yang tidak mudah, tetapi menjanjikan arah yang lebih sehat dan transparan. Masa depan yang lebih baik memang belum terlihat hari ini, tetapi fondasi sedang diletakkan. Dan untuk itu, keberanian, konsistensi, dan dukungan rakyat akan menjadi kunci.(Tim)

Share :

Baca Juga

Berita

Ajang Bergengsi Duta Kampus Unpatti 2026: Lahirkan Mahasiswa Inspiratif dan Berdaya Saing Global

Berita

Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Digital dan Syariah di Maluku

Berita

Bupati SBB Hadiri Musrenbang RKPD Maluku 2027, Dorong Sinergi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Berita

Perkuat Kepemimpinan Daerah, Ratusan Ketua DPRD Ikuti Retret Nasional di Magelang

Berita

Dies Natalis ke-63 Unpatti, 19 Mahasiswa Adu Gagasan dalam Lomba Orasi Ilmiah Bertema Pertanian Berkelanjutan

Berita

Dispora Ambon Ikuti Rapat PANSUS DPRD, Dorong Evaluasi Kinerja dan Penguatan Program Pemuda-olahraga

Berita

Wawali Ambon Buka Manasik Haji 2026, 462 Jamaah Siap Berangkat dengan Pembekalan Intensif

Berita

Buka Rapat TPAKD, Wali Kota Ambon Tekankan Kolaborasi dan Akses Keuangan untuk Dorong Ekonomi