PIRU-Anggota DPRD SBB, Petronela Jetkel Monica Istia S.Pt, menggelar Reses ke II masa sidang Tiga Tahun 2024/2025. Reses tersebut berlansung di tempat pertemuan terbuka keluarga istia, Jalan Trans Seram, Dusun Waimeteng Darat, Kota Piru. Minggu, 22/06/2025.
Reses dihadiri oleh para konstituen dari organisasi AMGPM Seram Barat, dan Pengurus Persatuan Olahraga Biliar seluruh Indonesia (POBSI) Cabang SBB.
Dalam paparannya itu, Istia didampingi, Sekretaris POBSI Kabupaten SBB , sekaligus Perwakilan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Maluku, Cabang SBB, Bardin La Joni SH.
Anggota Komisi 3 DPRD SBB ini menyatakan bahwa, komisi 3 DPRD SBB adalah komisi yang menangani Bidang ekonomi dan kesejahteraan, karena itu yang menjadi mitra komisi 3 adalah sejumlah OPD di lingkup Pemda SBB seperti Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Pariwisata, PTSP, Kesehatan, RSUD, dan Bagian Keuangan.
Monica juga menandaskan, kehadiraan DPRD dalam reses ini harus dilihat sebagai satu tanggung jawab bersama, karena sebagai anggota DPRD, dirinya perlu menerima masukan, dan mendengar apa yang menjadi keluh kesah masyarakat.
” Dan sebentar nanti, Saya akan memberikan kesempatan buat teman – teman konstituen, untuk menyampaikan aspirasi yang menjadi tolok ukur yang nanti Katong perjuangkan” jabarnya
Menurut Anggota DPRD dari Fraksi PDIP ini, Pemerintah Kabupaten SBB saat ini sedang menggiatkan masyarakatnya agar dapat keluar dari keterpurukan ekonomi.
” Saat ini memang katong seng bisa pungkiri bahwa krisis global ini masih berlangsung dan diperkirakan akan terus sampai Tahun 2026, bahkan akan terus hingga 2028 sampai 2030 menyusul adanya gejolak dunia yang terjadi di timur tengah sana, itu juga memperngaruhi perekonomian dunia” urainya.
Tetapi tanggung jawabnya sebagai Wakil Rakyat adalah, bagaimana dirinya mengelola potensi diri dari Masyarakat, bagaimana memanfaatkan kemampuan diri dan potensi- potensi alam yang ada disekitar, sebagai langkah besar untuk peningkatan pendapatan ekonomi Masyarakat.
Kadang-kadang Katong terpaku pada mindset bahwa, karena tidak punya kerja itu sehingga kita menjadi pasif, minsed seperti itu salah
” Pemuda harus mampu berinovasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki baik potensi diri dan SDA yang ada didekitar kita, dan pemuda harus jadi brend model perubahan, serta pemotongan anggaran HARUS MEMBERI spirit BARU untuj berusaha dan berinovasi dengan lebih giat dan bertanggung jawab.” Imbuhnya
Sebagai Pemuda Kita diberikan kesempatan untuk membuka usaha kecil, karena itu, lewat kesempatan ini, Saya sampaikan bahwa, Pemkab SBB membuka peluang yang sebesar – besarnya dalam membuka usaha mulai dari usaha – usaha kecil, maka dari itu Saya berharap, Kita akan menjadi mitra dan tergantung teman – teman bagaimana mau memulai dan melakukan komunikasi – komunikasi bersama – sama dengan Saya, selaku anggota komisi 3 yang membidangi bidang usaha kecil dan menengah, sebab Tupoksi ini ada di Dinas Koperasi dan Sosial.
Dalam pertemuan reses yang dumulai pada pukul 16.00 WIT itu, Para kostituen juga mendapatkan sosialisasi Bantuan Hukum dari Perwakilan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Maluku, Cabang SBB, Bardin La Joni SH.

































