Home / Berita

Minggu, 19 Maret 2023 - 23:51 WIB

Kadis Pendidikan SBB Indikasikan Ketergantungan Daerah Terhadap Anggaran Pempus.

GlobalMaluku.ID,PIRU-Tingginya tuntutan Masyarakat terhadap pemenuhan standar pelayanan minimal dibidang Pendidikan masih ibarat jauh panggang dari api, pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB, Johan Tahya S.Pd M.Eng saat ditemui di kantornya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB, Jalan JF Puttileihalat, Kota Piru, Selasa, (14/3/2023).

Menurut Tahya, berdasarkan fakta, dari beberapa kali Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang sudah berlangsung tiga kali di Kabupaten SBB ini , dalam rangka penyusunan RKPD SKPD Tahun 2024, terindikasi bahwa, permintaan atau usulan Masyarakat untuk sarana -sarana pelayanan dasar bagi SD ataupun SMP sangat tinggi.
Karena permintaan – permintaan itu, maka Tahya mengindikasikan, masih banyak kekurangan – kekurangan atas sarana dan prasarana pendidikan, hal ini disebabkan anggaran pembangunan untuk bidang pendidikan yang tersedia masih sangat jauh dari yang diharapkan.
” Kondisi ini adalah realita yang tidak dapat disangkali, bahkan salah satu sebabnya adalah, masih tingginya ketergantungan Daerah terhadap penganggaran dari Pemerintah Pusat baik itu melalui Dana Alokasi Khusus ( DAK) maupun DAU peruntukkan bagi Bidang Pendidikan” ungkapnya
Tahya menjabarkan, kebijakan pengelolaan Dana- Dana Pendidikan tersebut tergantung dari Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Selaku pelaksana teknis, yang tentunya menginginkan kondisi yang ideal dalam kaitan dengan upaya – upaya peningkatan mutu.

Baca Juga  Kota Ambon Kembali Bertambah 202 Kasus Terkonfirmasi Covid-19

” Namun harus Kita akui bahwa, harapan – harapan itu mungkin saja belum bisa direalisasikan dalam waktu – waktu dekat ini, apalagi paradigma tata kelola yang saat ini diformulasikan, dalam bentuk Merdeka Belajar oleh Pemerintah Pusat, jabarnya.

Baca Juga  Mengikuti Munas VII APEKSI, Walikota Ambon Sempatkan Waktu Temui Konjen AS Di Surabaya

“Sebagai Informasi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB ini menjelaskan bahwa, program Merdeka Belajar yang saat ini telah memasuki episode ke- 23 tersebut, yang selalu menekankan pada upaya meningkatkan kemampuan literasi anak, juga turut berkontribusi pada Assesmen sebagai standar ukur Nasional,ungkapnya.

Kadis yang berlatar belakang dari dunia pendidikan ini merincikan, kemampuan literasi anak terdiri dari kemampuan baca, tulis dan kemampuan memahami serta kemampuan Literasi terhadap kemampuan konsep- konsep hitung.

Tapi menurut Tahya berdasarkan analisa secara Nasional, satu dari dua anak Indonesia masih memiliki kemampuan literasi dibawah kondisi ideal .

Share :

Baca Juga

Berita

QRIS Jadi Penggerak Ekonomi Digital, Pemkot Ambon dan BI Maluku Dorong UMKM Naik Kelas

Berita

Komisi II DPRD Maluku Dorong Penguatan Ekosistem Pertanian, dari Penyuluh hingga Industri Kelapa

Berita

Karantina Maluku Perkuat Sinergi Ekspor Komoditas Unggulan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita

Ustad Pepen Suherman Dorong Gerakan Literasi Alquran untuk Atasi Krisis Buta Aksara di Indonesia

Berita

Habib Rifqi Alhamid Dorong Gerakan Literasi Alquran untuk Atasi Krisis Buta Aksara di Indonesia

Berita

Bukan Sekadar Seminar, “Catatan Hati Anak yang Runtuh” Hadirkan Ruang Pemulihan dan Harapan bagi Pemuda Maluku

Berita

Wawali Ely Toissuta: UMKM dan Kebersihan Jadi Kunci Pengembangan Wisata Pantai Galala

Berita

Fraksi Gerindra Dorong Pemerataan Layanan Publik dan Percepatan Pemekaran Kecamatan Teluk