Home / Berita

Minggu, 22 Juni 2025 - 19:05 WIB

Laturiuw, Masyarakat Terdampak Gempa Bumi 2019,Kurang Lebih 2.323 Orang Belum Menerima Bantuan

AMBON-Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Ambon mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi yang melanda Kota Ambon dan sekitarnya pada 2019 lalu.

Mereka menyoroti lambannya distribusi untuk tahap II serta tidak transparannya informasi yang diterima masyarakat terdampak.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw mengatakan, terdapat kurang lebih 2.323 korban gempa bumi Ambon yang hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah.

Padahal, DPRD melalui komisi I saat itu telah mengantarkan seluruh dokumen warga terdampak ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

“Seluruh dokumen sudah disampaikan. Untuk tahap I ada sekitar 1.300 an yang telah menerima. Tapi untuk korban tahap II ini lah yang tidak ada kepastian hingga saat ini,” kata Laturiuw di Ambon, Jumat (20/06/2025).

Baca Juga  Polres SBB Gelar Binrohhtal Demi Tingkatkan Karakter Personel Polri Presisi

Menurutnya, hingga di tahun 2025, fraksi Gerindra belum melihat langkah-langkah konkret yang diambil pemerintah dalam penyelesaian masalah korban bencana gempa bumi Ambon tahun 2019.

“Fraksi Gerindra selalu menyuarakan ini bahkan dalam rapat-rapat anggaran Pemkot tahun 2025.
Sayang, sampai sekarang kan masih belum ada penyelesaiannya meskipun daftar nama-nama korban sudah diinformasikan seluruhnya,” sebutnya

Dikatakan, ini masih menjadi tanggungjawab dari pemerintah, sehingga pemerintah harus hadir dan sampaikan secara terbuka ke para korban agar mereka juga menunggu tapi dalam suasana posisi kepastian.

“Kita juga sangat paham betul terkait dengan postur kekuatan keuangan daerah kita. Tetapi soal komitmen penyelesaian korban-korban bencana itu sebetulnya harus disampaikan juga secara tegas dan jelas supaya warga juga bisa mengetahui itu,” pintanya

Baca Juga  Kapolres SBB Sampaikan pesan ini Pada Personilnya

Laturiuw juga menyatakan bahwa dalam kondisi iklim saat ini, langkah-langkah pencegahan sudah harus segera dilakukan oleh Pemkot Ambon. Artinya, upaya mitigasi lokasi dan segala macam sudah harus dikerjakan.

“Jangan sampai nanti ada timbul korban baru lagi dengan bencana yang lain, baru kita melakukan langkah-langkah penyelesaian. Ini tidak boleh. Antisipasi dini itu perlu,” ucapnya

Paling penting, lanjutnya, perlu ada kesadaran bersama. Meskipin disatu sisi kekuatan keuangan yang terbatas, tetapi harus ada langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah.

Share :

Baca Juga

Berita

Mahasiswa Seram Utara-Selatan Desak Pemerintah Tinjau Ulang Tapal Batas Hutan, Ancam Gelar Aksi Lanjutan

Berita

Kuba Boinauw: Jangan Hakimi Proyek dari Asumsi, Evaluasi Harus Berbasis Data dan Fakta

Berita

Amboina Colour Fun Walk 2026 Meriah, Wali Kota Ambon Ajak Warga Rawat Persatuan dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Berita

Fans Orange Kuasai Amboina Colour Fun Walk 2026, Belanda Jadi Warna Dominan di Lapangan Merdeka

Berita

Pemkot Ambon Siap Bantu Kejati Maluku, Gedung Sementara Disiapkan Saat Kantor Baru Dibangun

Berita

Wali Kota Ambon: Guru Harus Melek Teknologi Agar Generasi Muda Tak Kehilangan Karakter

Berita

DPRD Ambon Tindaklanjuti Opini WTP, Laporan Keuangan BPK Diserahkan ke Komisi-Komisi

Berita

Unpatti Gandeng Dunia Industri, Mahasiswa Dibekali Strategi Tembus Pasar Kerja Profesional