AMBON -Bukan LSM namanya kalau Fahry Asatry yang biasa mengendus dugaan suap di banyak tempat. Kali ini Kapolda Maluku diminta transparan atas dugaan suap yang dilakoni pihak Irwasda Polda Maluku yang terkesan jalan ditempat, alias “mangrak”.
Awalnya Polda Maluku oleh Asyatri relatif terbuka terkait kasus ini. Tapi anehnya belakangan, pihak Polda pelan-pelan menutup keran informasinya terkait kasus dimaksud.”Maka itu kita minta Pa Kapolda sesegera mungkin berikan keterangan pers soal ini barang. Sejauh mana perkembangan kasusnya, gitu lho,” sentilnya.
Dia menduga, ada pihak lain yang dikorbankan. Sebut saja salah satu bawahannya. Sementara “ikan besar” yang diduga lakukan ini dan itu, malah dibiarkan tetap di zona nyaman.
Lanjut Asatry, pasca tim Mabes Polri turun, mestinya kasus yang “diduga” ikut melibatkan Irwasda Polda Maluku ini tetap dibuka. Apalagi publik juga ingin tahu ada tidaknya keterlibatan Irwasda di kasus itu.
Sementara kasus ini sudah tahap II, masa kasus turunannya, berupa “aliran uang” malah belum ada titik terang. Disampaikan ke publik, agar tidak ada kesan tebang pilih di Polda Maluku. Menurut Asyatry selaku pimpinan institusi penegak hukum Kapolda mesti terbuka ke publik agar kasus ini terang atau gelap. “Kan awal februari, tim Mabes sudah turun, masa sampai maret tak ada kejelasan?! Karena kita duga terlibat itu perwira yang punya peran penting dalam pengawasan di Polda,” tekan Asatry.
Kepada media ini, Kamis, (6/3/2015) lewat telephone selularnya dia meminta adanya transparansi dan ketegasan dari Kapolda. Dan yang lebih penting lagi, institusi ini mampu menjaga integritas dalam dalam hal pemberantasan korupsi di internal.(Arf)

































