FOKUS GM

Home / Berita

Kamis, 13 April 2023 - 21:52 WIB

Masalah Tapal Batas Waisarisa -Kaibobu Tak Kunjung Tuntas ,Pemkab SBB Jangan Tutup Mata

GlobalMaluku.ID,PIRU- Tapal Batas Desa adalah pembatas Wilayah Administrasi Pemerintah Antar Desa yang merupakan titik koordinat .

Adapun Persoalan tapal batas antara Desa Waisarissa Kecamatan Kairatu Barat dan Desa Kaibobu Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menjadi ancaman akan gangguan Kamtibmas kedepan.

Pemkab SBB dinilai lambat dalam mengambil langkah, padahal surat tembusan ke beberapa Dinas sudah dikirim sejak tanggal 07-02-2023 lalu, namun sampai dengan saat ini harapan kedua Desa tersebut belum juga terjawab.”Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Kaibobu Alex Kuhuwael kepada awak Media di kediamannya Rabu ,(12/03/23).

Kuhuwael mengatakan, dirinya sudah memasukan surat tembusan ke Kecamatan, Kesbangpol, Pemdes, dan Polsek Seram Barat agar dapat ditindaklanjuti.”Namun setelah berkoordinasi dengan Camat Seram Barat, jawabannya masih menunggu sampai Penjabat Bupati punya waktu untuk memanggil kedua belah pihak,ujarnya .

Baca Juga  Syukuri Hari Bhayangkara, Bripka Tuhehay Salurkan Puluhan Paket Sembako

“Miris sekali, jika sebuah permasalahan harus menunggu sampai adanya waktu dari seorang pimpinan daerah. Sementara surat tembusan tersebut sudah menginap sekitar 2 bulan di Kesbangpol,sesalnya.

Lebih lanjut Kuhuwael juga katakan , dirinya mengambil langkah seperti ini agar dapat mencegah hal-hal yang dapat merugikan banyak orang nantinya, sehingga ia berharap agar Pemerintah Daerah segera memanggil kedua belah pihak agar permasalahan ini dapat diselesaikan,harapnya.

Menurutnya ,surat tembusan itu dilampirkan dengan hasil pertemuan Pemerintah Desa Kaibobu dengan Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama terkait persoalan batas tanah Waisarissa dengan disertai bukti sejarah penyerahan tanah Waisarissa kepada Kecamatan dan instansi terkait agar dapat dipelajari, demi menunjang proses penyelesaian persoalan tapal batas tanah Waisarissa.

Ia juga menegaskan, kalau hal ini tidak diselesaikan maka pastinya akan berujung kepada gangguan Kamtibmas kedepan, karena baginya semua mengetahui sifat dan karakter dari masyarakat Desa Kaibobu itu sendiri,ucapnya.

Baca Juga  Support Kontingen Lasqi Maluku, Ina Latu Maluku Hadiri Pembukaan Lasqi Tingkat Nasional di Karawang

Sementara itu ,Kepala Desa Waisarissa Beny Haurissa lewat pesan singkat di WhatsApp mengatakan, dirinya masih menunggu mediasi dari Pemda untuk Desa Waisarissa, Desa Eti, Desa Waisamu dan Desa Kaibobu, karena menurutnya Desa Waisarissa ada di dalam batang air Eti.

Kuhuwael juga tidak mau banyak berkomentar, karena menurutnya takut salah dalam berbicara.” Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah harus secepatnya mengambil langkah untuk atasi hal ini mengingat Desa Waisarissa tidak mau mengakui kalau tanah Waisarissa diberikan oleh Desa Kaibobu.

Ia juga mengakui ,semua pihak termasuk kepolisian sudah siap mengawal persoalan ini, hanya masih menunggu Pemerintah Daerah yang terkesan acuh dan membuat persoalan ini menjadi bulan-bulanan sehingga belum ada titik terang sampai dengan saat ini,pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Api Berhasil Dipadamkan, Damkar Pastikan Kebakaran di Kelurahan Uritetu Dipicu Arus Pendek

Berita

Rumah di Kelurahan Uritetu Terbakar, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Berita

Gubernur Maluku Buka LK III HMI Nasional, Tegaskan Kader HMI Harus Jadi Solusi Krisis dan Penggerak Pembangunan

Berita

PLTS Puskesmas Ambon Disorot, Dinkes Buka Fakta: Anggaran Bukan Rp7 Miliar, Kerusakan Murni Persoalan Teknis

Berita

Wali Kota Ambon: LK III HMI Harus Cetak Pemimpin Bangsa yang Visioner dan Berkualitas

Berita

Saiful Chaniago: LK III HMI Harus Lahirkan Pemimpin Visioner untuk Kemajuan Maluku

Berita

Komisi III DPRD Maluku Soroti Utang Subsidi Perumda Panca Karya, Minta Evaluasi Menyeluruh Kinerja Perusahaan

Berita

Unpatti Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba, Dukung Gerakan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045