AMBON–Potensi pariwisata Maluku yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan sejarah dinilai belum dikelola secara serius oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Mirisnya, hingga kini Maluku belum masuk dalam Kalender Pariwisata Nasional, bahkan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku disebut tidak memiliki kalender pariwisata daerah sebagai acuan event tahunan.
Kondisi tersebut menuai kritik keras dari Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku, Wellem Kurnala. Ia menilai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Achmad Jais Ely, tidak kompeten dan tidak menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah kepulauan itu.
“Kalau mau masuk dalam kalender Pariwisata Nasional, harus ada kalender tahunan pariwisata Maluku. Sampai sekarang itu tidak ada sama sekali. Ini menandakan tidak ada keseriusan,” tegas Kurnala, Senin (15/12/2025).
Kurnala menyayangkan lemahnya perencanaan dan arah kebijakan pengembangan pariwisata di Maluku, padahal daerah tersebut memiliki gugusan pulau dengan panorama laut yang indah, tradisi budaya yang masih hidup, serta warisan sejarah yang bernilai tinggi.
Tak hanya itu, Kurnala juga menyoroti buruknya komunikasi dan koordinasi antara Dinas Pariwisata Provinsi Maluku dan DPRD. Ia mengungkapkan bahwa Komisi IV DPRD Maluku telah berulang kali mengundang Kepala Dinas Pariwisata untuk rapat bersama membahas pengembangan sektor pariwisata, namun undangan tersebut tidak pernah dihadiri.
“Maluku punya segalanya untuk jadi destinasi unggulan nasional. Yang kurang hanya keseriusan dan manajemen yang baik,” pungkas Kurnala.


























