AMBON- Pilipus Taurwewar (59) warga Desa Luhulely, Kecamatan Serwaru, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), yang hilang secara misterius saat beralayar dengan KM. Sabuk Nusantara 87, dari Pelabuhan Tomra dengan tujuan pelabuhan Gudang Arang Kota Ambon. Senin, (09/06/2025)
Hilangnya penumpang paruh baya tersebut, Nahkoda (Kapten) Kapal, Petrus Parapaga bersama mualim 1 serta seluru ABK diminta harus bertanggung jawab atas peristiwa hilangnya Pilipus Taurwewar. Karena kenyamanan dan keamanan penumpang harus diutamakan apalagi sampai seseorang hilang di atas kapal.
Secara umum, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran bertujuan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk keselamatan penumpang kapal.
Dari penyusuran Nakhoda kapal, mualim, seluruh ABK, pihak keluarga bersama pihak keamanan pelabuhan maupun ASOP, melakuan pemeriksaan di sebagian ruangan Kapal namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban diatas Kapal,
Edwin M yang merupakan adik korban meminta agar penegak hukum segera melakuan pemeriksaan ulang pada ruangan-ruangan yang ada, tanpa terkecuali, sembari memeriksa CCTV sebagai bukti otentik.
Dengan kesal Ia meminta penegak hukum segera menahan Nahkoda KM. Sabuk Nusantara 87 beserta mualim maupun seluru ABK kapal guna di proses hukum, “fatal ini menyangkut dengan nyawa manusia harus mereka harus bertanggung jawab,”
Korban hilang dengan uang tunai sebanyak 22 juta rupiah yang rencananya akan digunakan untuk biaya masuk kuliah anaknya. Pihak keluarga menduga ada kejanggalan yang terjadi atas peristiwa ini dan berharap segera di usut oleh pihak berwajib.
Anak korban Anita Taurwewar menyebut benar peristiwa itu terjadi di atas Kapal KM. Sabuk Nusantara 87 “papa hilang beserta dengan uang sebanyak 22 juta, papa terakhir katong (kami) liat sekitar siang tanggal 07 Juni 2025 papa sempat datang menemui katong (kami) kemudian pergi lagi hingga tak kembali”, sebutnya dengan dialek Ambon.
Mantu korban Erni Supu mengungkapkan, kehilangan nyawa korban sangat membuat luka keluarga atas kejadian ini, informasi korban sempat meminta air mineral ke salah satu ABK Kapal sebelum di nyatakan hilang, siang itu. Selain itu “papa ada pegang uang 22 juta rupiah, untuk ade masuk kuliah, uang yang papa bawa itu hasil karja tani dan jual ternak,”
Ia meminta agar penegak hukum usut tuntas persoalan ini, serta Nahkoda KM. Sabuk Nusantara 87 bersama mualim, ABK harus bertanggung jawab atas masalah ini karena menyakut dengan nyawa manusia, tutupny bersedih.



























