GlobalMaluku.ID,Neniari(SBB)-Jalan lintas Seram Buria, Riring ,Rumasoal dan desa Neniari Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB),lumpuh total akibat banjir yang melanda dua penghubung status jalan tersebut.
Akibat lumpuhnya dua penghubung status jalan tersebut ,mendapatkan tanggapan yang serius dari salah satu Anggota DPRD komisi II DPRD Kab SBB yg merupakan sekertaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD SBB Jodis Rumasoal SH.
Dirinya mengatakan, bahwa bencana banjir atas luapan sungai sapalewa 2 penghubung status jalan Buria, Riring, Rumahsoal dan desa Neniari gunung lumpuh total mengakibatkan pergerakan trasnportasi dan ekonomi masyarakat lumpuh total.
Anggota DPRD dari daerah pegunungan Taniwel sudah berkoordinasi dengan kepala dinas PUPR Kab SBB, kepala dinas bencana kabupaten SBB juga sudah koordinasi dengan pejabat Bupati SBB melalui saluran telepon dan wastsaap, dalam koordinasi lintas pimpinan melalui anggota DPRD komisi II yang membidangi persolan Infrastruktur Jalan, Jembatan, bencana, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur lainnya.
Menurut komunikasi dan koordinasi lintas lembaga legislatif dan eksekutif sehingga menurut kepala dinas(kadis) PUPR dan bencana dalam menunggu rekomendasi serta proses dalam hal ini mobilisasi alat berat ke lokasi bencana banjir sungai sapalewa.
Selasa 30 April tim dari dinas bencana kabupaten SBB dan dinas PUPR kabupaten SBB di terjunkan ke lokasi bencana untuk meninjau secara langsung agar proses transportasi dan Ekomoni ke empat desa daerah pegunungan kecamatan Taniwel bisa berjalan seperti aktivitas awal.
Anggota komisi II DPRD Kabupaten SBB meminta masyarakat pegunungan ke empat desa agar tetap sabar menunggu proses tindak lanjuti oleh kedua dinas PUPR dan bencana Kabupaten SBB berproses untuk menyelesaikan masalah bencana banjir tersebut.

































