Home / Berita

Senin, 21 April 2025 - 12:03 WIB

Kepemimpinan AMANUSA Berpotensi Menciptakan Segregasi Di Kalangan Masyarakat

PIRU (SBB)-Mencermati perkembangan kepemimpinan AMANUSA akhir-akhir ini, perlu ada sentakan dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh Adat, tokoh pemuda/pemudi bahkan para Academisi, untuk bisa kembalikan kepemimpinan mereka kearah yang masyarakat harapkan, sesuai visi-misi waktu mereka berkampanye.
Hal ini disampaikan oleh salah seorang tokoh muda, advokat dan activis dari Taniwel raya, Harun Matayane SH kepada media ini lewat telepon selulernya,Senin(21/4/2025).

Kata Matayane, Bupati Dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat diingatkan agar dalam menjalankan pemerintahan di daerah ini, tidak boleh memilah dan memilih saat akan melakukan kunjungan atau pembangunan di Dusun-dusun dan Negeri-Negeri, atau di basis -basis yang berkontribusi secara elektoral terhadap pemilihan kemenangan Amanusa saja, sebab jika begitu akan Menciptakan Atmosfer dan Iklim politik yang tidak Sehat pada Masyarakat di kabupaten Seram bagian Barat.

Lanjut Matayane, saya selalu concern terhadap sistem pembangunan di daerah Seram bagian Barat sejak Kuliah dan saya menilai, ada yang salah tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten Seram bagian barat, hal ini saya ungkapkan merespon dinamika yang terjadi selama kepemimpinan Asri Arman – Selvinus Kainama

Baca Juga  Komandan Lanud Pattimura Hadiri Persidangan Klasis GPM Ke-12 Pulau Ambon Utara Tahun 2024

Perlu diketahui bahwa, sistem bermasyarakat di SBB ini terbilang sangat kompleks, dimana Dusun-dusun seperti memiliki dendam politik terhadap Negeri-Negeri yang selama ini dipandang tidak pernah di perhatikan oleh Negeri induk maupun pemerintah daerah, untuk itu, Bupati dan Wakil Bupati harus kritis dalam menjalankan kepemimpinan, sehingga dapat tercipta kenyamanan ditengah-tengah masyarakat seram bagian barat.

Menurut Matayane, Kemenangan Amanusa dipandang seperti kemenangan Dusun-dusun, ini yang saya harus ingatkan hati-hati Bupati dan wakil agar tidak menciptakan Segregasi politik, sebab isu pemekaran atau apapun itu semua ada mekanismenya, jangan sampai komunikasi politik yang buruk di masyarakat tidak di netralisir oleh pemerintah daerah yang pada akhirnya, pola-polanya terlihat, dan itu jangan sampai terjadi.

Baca Juga  Jelang HUT Kemerdekaan ,Polres SBB dan Kodim Latih Paskibra

Saya berharap bahwa Amanusa adalah Bupati dan wakil bupati milik semua masyarakat seram bagian Barat, baik yang pilih maupun tidak, untuk itu, harus mengelola pemerintahan ini dengan baik, jangan menciptakan diferensiasi yang terlihat dari gaya kepemimpinan, karena itu bisa dapat menimbulkan ketidakstabilan masyarakat, tentang harapan dan Regulasi, antara masyarakat Negeri dengan Negeri Dusun dan Dusun maupun Dusun dan Negeri.

Lanjut Matayane, gaya kepemimpinan yang sekarang harus diubah, kalau tidak, kedepan jangan salahkan masyarakat, apa bila ada perlawanan masyarakat kedepannya terkait Perda Negeri Adat, Status Negeri-Negeri, Batas-batas hak Ulayat, tambang-tambang dan lain-lain, dan ini harus di komunikasikan dengan merangkul semua pihak.

Matayane yakin, kepemimpinan sekarang ini kalau tidak dirubah, dipastikan AMANUSA akan kehilangan Kepercayaan sebagai seorang Bupati dan wakil Bupati, yang tentunya akan sangat berdampak pada pembangunan daerah kedepan, tutup Matayane.

Share :

Baca Juga

Berita

Aksi Blokade Jalan di Seram Picu Lumpuhnya Transportasi, Warga Tuntut Penanganan Serius Kasus Pencurian Cengkih

Berita

Pemkab Malra Gandeng Kemensos, 1.017 Warga Nikmati Layanan Bakti Sosial Terintegrasi

Berita

DPRD Maluku Desak Tindak Lanjut LKPJ 2025, Soroti Pentingnya Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Berita

DPRD Maluku Siapkan Kuota BBM 2027, Komisi II Panggil OPD dan Soroti Ketimpangan Distribusi

Berita

Wali Kota Ambon Tutup Workshop UNDERVAC-ID, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Cakupan Imunisasi

Berita

Kosgoro Maluku Gelar Musda II, Perkuat Soliditas Hadapi Tantangan Global

Berita

1.298 Lulusan Unpatti Dikukuhkan, Rektor Tegaskan Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian

Berita

Indonesia di Tengah Disrupsi Global: Kaum Muda Ditantang Jadi Motor Perubahan