MBD – Menjelang beroperasinya ladang gas raksasa Blok Masela di Maluku, anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Yani Noach, mengajak generasi muda untuk bersiap menyambut peluang besar yang akan hadir.
Seruan tersebut disampaikan Yani Noach saat melaksanakan agenda reses yang bertepatan dengan Konferensi Daerah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Kecamatan Babar Timur pekan kemarin.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa proyek strategis nasional Blok Masela tidak boleh hanya menjadi tontonan bagi masyarakat lokal. Menurutnya, proyek tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan sumber daya manusia Maluku, khususnya di wilayah MBD.
“Kehadiran Blok Masela harus menjadi peluang bagi masyarakat, terutama pemuda, untuk bangkit dan mengambil bagian dalam pembangunan,” ujarnya.
Yani menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan seperti AMGPM dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten. Ia mendorong agar program-program yang dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi fokus pada peningkatan keterampilan kerja dan pemberdayaan ekonomi.
“AMGPM Babar Timur harus menggagas program yang produktif, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan industri migas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi besar sektor penunjang yang akan tumbuh seiring beroperasinya Blok Masela. Menurutnya, peluang tidak hanya tersedia di sektor migas, tetapi juga pada bidang logistik, pangan, transportasi, dan jasa lainnya.
“Ini peluang besar. Masyarakat harus bisa masuk dalam rantai ekonomi tersebut, bukan hanya menjadi penonton,” katanya.
Dalam dialog bersama masyarakat Babar Timur, Yani kembali mengingatkan pentingnya kesiapan sejak dini. Ia mendorong masyarakat dan pemerintah desa untuk mengoptimalkan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian dan perikanan, guna memenuhi kebutuhan pangan yang akan meningkat.
“Kita tidak bisa menunggu bola, kita harus menjemput bola,” ujarnya di hadapan warga.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan peran strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan masyarakat. Ia meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten lebih proaktif melalui program pelatihan, peningkatan keterampilan, serta pendampingan usaha produktif.
Selain itu, pemerintah diharapkan dapat membantu masyarakat menyiapkan cadangan produksi pangan lokal sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan operasional industri migas di Blok Masela.
“Jika dipersiapkan sejak sekarang, maka ketika Blok Masela beroperasi, manfaat ekonominya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku, khususnya di Maluku Barat Daya,” pungkasnya.


































