Ambon-Organisasi Kemasyarakatan Kosgoro 1957 Provinsi Maluku kembali menunjukkan eksistensinya dengan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Ambon pada Jumat (24/4/). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro Maluku, Ely Toisutta, menegaskan bahwa organisasi harus tetap adaptif dan solid dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa stabilitas merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, khususnya di wilayah Maluku.
“Organisasi harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas nasional dan pembangunan yang inklusif,” ujar Ely.
Menurutnya, Musda II ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta merumuskan arah strategis organisasi ke depan. Ia berharap forum ini mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, ide-ide visioner, serta program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Panitia Musda, Alham Valeo, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga menyoroti kehadiran Ketua Umum Kosgoro, Agung Laksono, yang dinilai memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh pengurus daerah.
“Kehadiran Ketua Umum menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus menjalankan roda organisasi dengan lebih baik,” ungkap Alham.
Meski dihadapkan pada tekanan global yang berdampak pada sektor ekonomi, Kosgoro Maluku tetap menunjukkan kekompakan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan. Musda ini juga menjadi wadah kaderisasi untuk mencetak pemimpin masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari 14 kabupaten/kota se-Maluku, serta dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, DPRD, dan berbagai organisasi kemasyarakatan, menandakan kuatnya sinergi dalam membangun daerah.

































