Home / Politik

Senin, 22 Juni 2026 - 17:15 WIB

Nama Ketum DPP Diseret dalam Dinamika Musda, Kader Golkar Ambon Ungkap Dugaan Tekanan Internal

AMBON – Dinamika menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kota Ambon kembali memanas. Sejumlah kader mengungkap adanya dugaan tekanan dan upaya penggiringan opini dengan mencatut nama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam proses konsolidasi internal partai.

Menurut informasi yang berkembang di kalangan kader, nama Bahlil disebut-sebut untuk mempengaruhi arah dukungan menjelang agenda Musda. Kondisi tersebut memicu keresahan karena dinilai berpotensi mengganggu proses demokrasi internal yang seharusnya berlangsung secara terbuka dan bermartabat.

Sejumlah kader menegaskan bahwa setiap peserta Musda memiliki hak politik yang sama untuk menentukan pilihan tanpa tekanan dari pihak mana pun. Mereka berharap kompetisi menuju pemilihan kepengurusan partai dapat berlangsung sehat dan mengedepankan mekanisme organisasi.

“Jangan membawa-bawa nama Ketua Umum untuk kepentingan kelompok tertentu. Biarkan kader menentukan sikap berdasarkan kapasitas dan rekam jejak calon yang akan memimpin partai ke depan,” ungkap salah satu kader yang mengikuti perkembangan Musda.

Baca Juga  Maluku Tenggara Genjot Peningkatan SDM, ASN Didorong Tempuh Pendidikan Pascasarjana

Situasi ini muncul di tengah meningkatnya tensi politik internal Golkar menjelang agenda Musda yang menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat daerah. Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga menunjukkan bahwa dinamika Musda Golkar di Maluku dan Ambon kerap diwarnai perbedaan pandangan serta persaingan antarkelompok kader.

Para kader meminta seluruh pihak menjaga soliditas organisasi dan tidak menciptakan narasi yang dapat memecah belah kekuatan partai. Mereka menilai Musda harus menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat Golkar menghadapi agenda politik mendatang, bukan arena saling menekan atau mempertentangkan kader.

Baca Juga  Walikota Dan Wakil Walikota Ambon Kunker Ke Kantor Pengadilan Tinggi Ambon

Sementara itu, DPP Partai Golkar dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Musda merupakan sarana evaluasi, konsolidasi, serta regenerasi kepemimpinan partai yang harus berjalan sesuai aturan organisasi dan semangat persatuan.

Kader Golkar Ambon berharap seluruh proses Musda dapat berlangsung demokratis, transparan, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen partai. Mereka juga mengingatkan agar nama Ketua Umum tidak digunakan sebagai alat legitimasi untuk kepentingan kelompok tertentu yang justru berpotensi memperkeruh suasana internal.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Musda, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Golkar menyelesaikan dinamika internal tersebut sekaligus menjaga soliditas partai di tengah tingginya ekspektasi kader terhadap lahirnya kepemimpinan yang kuat dan mampu membawa partai semakin kompetitif di Maluku.

Share :

Baca Juga

Politik

Komisi I DPRD Maluku Dorong Percepatan Sertifikasi Lahan Sekolah, Targetkan Penyelesaian Signifikan Tahun 2026

Politik

Posisi Sekretaris DPD Golkar Maluku Masih Menunggu Keputusan DPP

Politik

Richard Rahakbauw Siap Pimpin DPD Partai Golkar Maluku.

Politik

Berkomitmen Memperkuat Konsolidasi Partai, Upulatu : Kami Akan Merebut Posisi Ketua DPRD Kota Ambon

Politik

Mega Tunjuk Upulatu Nikijuluw Pimpin DPC PDI Perjuangan Kota Ambon

Politik

Kembali Pimpin DPD PDIP Maluku 2025–2030, Benhur Dalam Pidatonya Tegaskan Disiplin, Transparansi, dan Persatuan Kader

Politik

Benhur ditunjuk Mega Pimpin DPD PDI Perjuangan Maluku

Politik

Hasto: Maluku Istimewa, Kader-Kadernya Loyal Pada Ibu Mega, Bung Karno dan PDIP