MASOHI, GLOBALMALUKU.ID | Kualitas udara di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan informasi yang dilansir dari LiputanMalteng.go.id, data IQAir pada Minggu (18/10/2026) pukul 06.00 WIT mencatat Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI US) mencapai 125, dengan polutan utama berupa partikel halus PM2.5.
Konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 45,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan polusi udara.
Dalam informasi yang dilansir LiputanMalteng.go.id tersebut, anak-anak, balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru-paru, jantung, dan diabetes diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap kondisi kualitas udara.
Kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap lingkungan bersih maupun layanan kesehatan juga berpotensi menghadapi risiko lebih besar ketika kualitas udara memburuk.
Data IQAir yang dikutip dalam laporan tersebut turut mencatat suhu udara di Masohi mencapai 27 derajat Celsius, kecepatan angin 2 kilometer per jam, dan kelembapan udara sebesar 78 persen saat pembaruan dilakukan.
Masyarakat Diimbau Kurangi Aktivitas Berat di Luar Ruangan
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat, khususnya kelompok rentan, disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga juga perlu memantau perkembangan kualitas udara dan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Paparan polusi udara tidak selalu menimbulkan dampak yang langsung terlihat. Namun, partikel halus PM2.5 dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu.
Karena itu, pemantauan kualitas udara menjadi penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dan mengambil langkah perlindungan sesuai kondisi lingkungan.
Informasi ini menjadi pengingat bagi masyarakat di Kota Masohi dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap polusi udara, terutama dalam melindungi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki masalah kesehatan. (*)



































