AMBON, GlobalMaluku.ID |Berasal dari keluarga sederhana bukan menjadi penghalang bagi Kristina Ana Maria Patinama untuk meraih prestasi akademik. Mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Pattimura (Unpatti) ini berhasil menyelesaikan pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dan masa studi 3 tahun 10 bulan.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kristina, terlebih karena perjalanan pendidikannya mendapat dukungan melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah sejak semester pertama hingga semester delapan.
Dalam wawancara usai mengikuti Wisuda Universitas Pattimura Periode Oktober Tahun Akademik 2026, Senin (2/11/2026), Kristina mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan dan dukungan pemerintah sehingga dirinya dapat menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Atas pertolongan Tuhan dan kasih karunia-Nya, saya diberikan kesempatan mendapatkan beasiswa KIP dari pemerintah. Saya sangat bangga menjadi salah satu penerima beasiswa sekaligus mahasiswa yang memperoleh predikat terbaik,” ungkapnya.
Kristina mengaku, proses mendapatkan beasiswa tersebut membutuhkan ketelitian dan kesungguhan, terutama ketika mengikuti tahapan seleksi administrasi bersama calon mahasiswa baru lainnya.
Ia bersyukur berkas yang diajukan dinyatakan lolos sehingga memperoleh bantuan pendidikan sejak awal perkuliahan hingga menyelesaikan studinya.
Di balik pencapaian akademik tersebut, Kristina mengakui perjalanan kuliahnya tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari mencari dosen, mengejar materi perkuliahan, hingga menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Namun, ia meyakini setiap kesulitan selalu memiliki jalan keluar apabila dijalani dengan kesabaran, doa, dan kerja keras.
“Suka dan duka pasti ada. Setiap orang mempunyai perjalanan yang berbeda-beda. Saya bersyukur selama menempuh pendidikan, meskipun menghadapi berbagai kesulitan, Tuhan selalu mempermudah jalan dan memberikan kekuatan,” tuturnya.
Kristina merupakan putri dari seorang ayah yang bekerja sebagai petugas keamanan (security) di Kantor Telkom, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Ia juga memiliki seorang adik yang masih berusia delapan tahun.
Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan perjuangannya dalam menempuh pendidikan tinggi. Baginya, keberhasilan menyelesaikan kuliah bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk kebanggaan dan penghargaan atas dukungan keluarga.
Di balik prestasi yang diraih, Kristina menyimpan harapan besar terhadap pemerataan akses pendidikan di Maluku. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dari wilayah pelosok yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi mempunyai semangat dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, program beasiswa seperti KIP harus terus diperkuat agar kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat dirasakan secara lebih merata oleh generasi muda di seluruh wilayah Maluku.
“Saya berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan masyarakat yang berada di pelosok-pelosok. Mereka juga berhak mendapatkan kesempatan beasiswa agar pemerataan pendidikan benar-benar dirasakan di seluruh wilayah Maluku,” harapnya.
Lebih jauh, Kristina menginginkan agar semakin banyak putra-putri asli Maluku yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi, mengembangkan kompetensi, dan mengambil bagian dalam kepemimpinan serta pembangunan daerah.
Sebagai salah satu lulusan Unpatti, ia mengaku bangga menjadi bagian dari generasi muda Maluku. Ia berharap anak-anak dan pemuda daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu tampil sebagai pemimpin dan membawa perubahan bagi negeri sendiri.
“Saya merasa bangga menjadi orang Maluku. Saya ingin anak-anak dan pemuda yang ada di Maluku juga bisa memimpin negeri ini menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Kepada mahasiswa dan generasi muda yang masih berjuang menyelesaikan pendidikan, Kristina berpesan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh beasiswa maupun dukungan pendidikan dari pemerintah.
Ia mengajak sesama mahasiswa untuk terus belajar, bekerja keras, dan menjadikan kesempatan pendidikan sebagai jalan untuk meraih cita-cita, membanggakan keluarga, serta memberikan kontribusi bagi tanah air.
“Teruslah belajar dan manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan baik. Jadikan kesempatan ini sebagai semangat untuk meraih cita-cita dan mimpi, serta membanggakan keluarga maupun tanah air,” pesannya.
Kisah Kristina menjadi gambaran bahwa dukungan akses pendidikan, ketekunan, dan semangat belajar dapat membuka jalan bagi generasi muda dari keluarga sederhana untuk meraih prestasi akademik.
Dengan IPK 3,84 dan masa studi kurang dari empat tahun, ia kini menatap masa depan dengan harapan dapat terus berkembang sekaligus menjadi bagian dari generasi muda yang berkontribusi bagi kemajuan Maluku.



































