Home / Pendidikan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:13 WIB

English Talk and Share UGM Buka Jendela Dunia bagi Anak-anak Ohoi Elaar Lamagorang

LANGGUR – Semangat belajar anak-anak di Ohoi Elaar Lamagorang, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, mendapat suntikan motivasi baru melalui program English Talk and Share yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada. Program ini tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, tetapi juga membangun kepercayaan diri generasi muda desa untuk berani berkomunikasi dan mengenal dunia yang lebih luas.

Suasana Gedung Sumber Kasih kini dipenuhi tawa dan antusiasme puluhan anak yang mulai fasih mengucapkan sapaan sederhana seperti Good morning dan Good afternoon. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari program unggulan Tim KKN-PPM UGM Jelajah Kei Kecil 2026 yang dirancang sebagai solusi atas masih terbatasnya akses pembelajaran bahasa Inggris di wilayah tersebut.

Penanggung Jawab Program English Talk and Share, Ardhanamesvari Nuringtyas Aji, menjelaskan bahwa program tersebut awalnya disusun sebagai program kerja inti tim KKN. Namun dalam pelaksanaannya, program berkembang melalui kolaborasi bersama Majelis Jemaat GPM Elaar yang memiliki visi serupa dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak.

“Program ini awalnya kami rancang sebagai program kerja inti tim KKN-PPM UGM Jelajah Kei Kecil 2026. Dalam pelaksanaannya, kami kemudian berkolaborasi dengan Majelis Jemaat yang memiliki visi yang sama sehingga lahirlah kelas bahasa Inggris yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” ujar Ardhanamesvari di Ohoi Elaar Lamagorang, Senin (4/8/2026).

Baca Juga  ASPIKOM Maluku Resmi Dilantik, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Hadapi Era Transformasi Digital

Program ini dikembangkan bersama Majelis Jemaat GPM Elaar melalui Subkomisi Anak, Remaja, dan Katekisasi. Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan belajar bahasa Inggris tidak berhenti sebagai agenda mahasiswa KKN semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat dalam memperkuat pendidikan anak-anak desa.

Perempuan yang akrab disapa Vari itu mengungkapkan, tingginya minat belajar anak-anak belum sepenuhnya didukung oleh ketersediaan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar maupun tenaga pengajar yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Kondisi itulah yang mendorong tim KKN menghadirkan metode belajar yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Alih-alih menitikberatkan pada hafalan teori, mahasiswa KKN memilih pendekatan yang berfokus pada kemampuan berbicara. Beragam permainan edukatif, latihan percakapan, pronunciation drill, hingga penyusunan kalimat sederhana menjadi media untuk melatih keberanian anak-anak menggunakan bahasa Inggris.

“Berbicara bukan sekadar menghafal teori, tetapi melatih keberanian menggunakan bahasa. Harapan kami, anak-anak memiliki bekal kosakata dan ungkapan sederhana sehingga mereka berani memperkenalkan diri dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” kata Vari.

Selama periode 5 hingga 14 Juli 2026, kelas bahasa Inggris telah digelar sebanyak empat kali di Gedung Sumber Kasih. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Selasa dan Minggu itu diikuti sekitar 30 hingga 40 peserta berusia 9 hingga 15 tahun pada setiap pertemuan.

Perkembangan peserta terlihat cukup signifikan. Dalam waktu singkat, mereka telah mampu menyapa, memperkenalkan diri, memperkenalkan teman maupun anggota keluarga menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, mereka mulai menguasai berbagai kosakata tentang hobi, warna, buah-buahan, emosi, nama tempat, hingga mampu menyusun kalimat sederhana yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Insentif Para Penjaga Masjid Dan Tua Agama Di Kota Ambon Diberikan Bulan Juni 2025

Dampak positif program tersebut bahkan meluas ke kehidupan sehari-hari. Anak-anak kini tak lagi malu menyapa mahasiswa KKN menggunakan bahasa Inggris ketika berpapasan di lingkungan desa. Rasa ingin tahu mereka juga semakin tinggi dengan sering menanyakan padanan bahasa Inggris dari berbagai benda yang ditemui, lalu langsung mempraktikkannya dalam percakapan sederhana.

Bagi Vari, perubahan itu menjadi bukti bahwa semangat belajar merupakan modal terbesar dalam mempersiapkan masa depan generasi muda, khususnya di wilayah kepulauan.

“Meskipun masa pengabdian kami memiliki batas waktu, yang paling penting adalah semangat belajar anak-anak tetap hidup. Kami berharap apa yang telah dimulai ini bisa terus dilanjutkan oleh masyarakat dan menjadi bekal bagi mereka menghadapi masa depan,” tuturnya.

Program English Talk and Share menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, gereja, dan masyarakat mampu melahirkan perubahan yang berdampak langsung bagi pendidikan. Dari sebuah desa di Maluku Tenggara, lahir ruang belajar yang tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, tetapi juga menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, serta membuka peluang bagi anak-anak untuk menatap masa depan dengan wawasan yang lebih luas.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Anak Petani Raih Predikat Wisudawan Terbaik Unpatti, Dina Artika Br Sembiring Buktikan Mimpi Bisa Dicapai

Pendidikan

Rektor Unpatti Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan Inovatif, 220 Mahasiswa Ikuti PMW 2026

Pendidikan

Unpatti Dorong Mahasiswa Manfaatkan Artificial Intelligence Secara Bijak dan Produktif

Pendidikan

715 Guru dari 31 Provinsi dan Luar Negeri Ikuti Orientasi Akademik PPG Unpatti, Rektor Targetkan Seluruh Peserta Lulus

Pendidikan

Unpatti Buka Jalur Mandiri II, Masih Tersedia Lebih dari 1.100 Kursi untuk Calon Mahasiswa Baru

Pendidikan

Ambon Jadi Pusat Kolaborasi Pendidikan Nasional, Unpatti Gaungkan Semangat “Baku Kele, Toma Maju”

Pendidikan

ASPIKOM Maluku Resmi Dilantik, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Hadapi Era Transformasi Digital

Pendidikan

Dies Natalis Ke-V dan Expo 2026, Sekolah Laboratorium Unpatti Tunjukkan Transformasi Pendidikan Berbasis Kreativitas