Home / Berita

Kamis, 4 Januari 2024 - 09:52 WIB

Tradisi Makan Patita Warga Negeri Lokki

GlobalMaluku.ID,Seram-Lokki adalah sebuah negeri di jasirah Huamual depan kabupaten Seram Bagian Barat(SBB),Provinsi Maluku.

“Negeri lokki merupakan salah satu negeri tua yang terdapat di Kabupaten SBB

Nama negeri Lokki diambil dari kata Lo’i yang artinya berkumpul, nama Lokki juga diambil dari nama logi (benteng) yang artinya kumpulan orang-orang yang berada dalam benteng Hena lo’i Hena latu Huamual (pusat pemerintahan kerajaan Huamual), sehingga orang-orang Belanda menyebut orang-orang Lokki sebagai Yana lo’i (terdapat perubahan pengucapan karena pengaruh dialek kedaerahan).

Keberadaan Negeri Lokki adalah sudah ada sebelum peperangan Huamual/Hogi tochten. Negeri Lokki di pimpin oleh seorang raja, yang bergelar “Upu latu Lo’i upu latu Huamuale”.

Sejarah negeri Lokki banyak didokumentasikan pada saat peperangan Huamual (anvaal op loky 1652), sehingga dalam penjabaran sejarah tidak terjadi kesimpangsiuran sejarah.

Bukti-bukti dan dokumen-dokumen tua, seperti peta penyerangan kerajaan Huamual tahun 1652 (anvaal op laala), (anvaal op loky) Register Babtisan tahun 1601 dan lainnya, masih ada dan terseimpan dengan rapi di berkas pemerintahan Negeri Lokki. Bukti2 prasasti lainnya yang sangat penting adalah situs peninggalan kerajaan Huamual Benteng kerajaan Huamual Hena lo’i. Dan benteng Henalatu Huamual, tempat tinggal Gimelaha Majira, masih dapat kita lihat bekas kemegahannya, walaupun sudah dimakan.

Baca Juga  Rektor Unpatti Mengukuhkan 8 Orang Guru Besar Dalam RLB Senat Unpatti

Selain itu juga Negeri Lokki mempunyai beberapa tradisi, yaitu di antaranya, Makan Patita, cuci negeri, sasi laut dan darat,Masohi(gotong royong).

Hal ini di katakan salah satu anak cucu Negeri Lokki, Amel Breemer, bahwa Lokki adalah Negeri yang mempunyai banyak keberagaman dan muatan lokal yang memadai serta banyak situs-situs sejarah sebagai aset untuk daerah sehingga perlu di lestarikan.

Seperti yang kita kenal dengan makan Patita. Makan Patita merupakan budaya orang Maluku, dan ini terlihat pada negeri Lokki(Henaloi) . Makan Patita ini untuk mengajak warga masyarkat dalam jumlah yang banyak untuk ikut menikmati hidangan makanan atau ragam makanan tradisional yang tersaji pada meja panjang yang beralaskan daun kelapa dan daun pisang sepanjang dalam negeri, ujar Amael ,Rabu(3/1/2024).

Baca Juga  Anos Yermias; Baku Kele Bangun Kabupaten MBD

Lanjutnya, ada sejumlah makanan tradisional yang di sajikan, berupa, Peperangan bungkus, umbi-umbian, pisang rebus, serta ketupat. Bahan pangan lokal itu disandingkan dengan menu ikan laut segar yang di bakar dan di makan dengan sambal dan colo-colo yang merupakan sambal khas Maluku.

Kata Amel , sebelum melakukan makan Patita, seluruh warga masyarakat negeri melakukan kegiatan Badendang().semua orang berkumpul baik itu orang tua, muda mudi serta anak-anak semuanya melakukan Badendang kerumah masing -masing masyarakat negeri Lokki, dan yang paling uniknya dari keluarga -ke keluarga memeberikan sedikit anggaran atau dana untuk melakukan Tradisi makan Patita.

Untuk di ketahui tradisi makan Patita ini selain untuk merayakan Tahun Baru tetapi juga melestarikan Tradisi tersebut dan juga sebagai hubungan antara warga semakin rukun dan damai,serta persaudaraan semakin erat , ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkot Ambon Apresiasi Peraih Kalpataru Lestari, Wawali Kota Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Bernilai

Berita

Pemkot Ambon dan Dubes Belanda Gelar Nobar Meriah, Ribuan Fans Oranje Padati Lapangan Merdeka

Berita

Maluku Tenggara Genjot Peningkatan SDM, ASN Didorong Tempuh Pendidikan Pascasarjana

Berita

SMSI Bidik HPN 2026, Firdaus Minta Dewan Pers Terapkan Prinsip Keadilan bagi Seluruh Konstituen

Berita

Ambon Bersiap Jadi Lautan Oranye, Dubes Belanda Hadir Nobar Piala Dunia Bersama Warga di Lapangan Merdeka

Berita

Sekolah Laboratorium Unpatti Genap 5 Tahun, Rektor Dorong Lahirnya Generasi Kreatif dan Berdaya Saing Global

Berita

Kejari Malteng Cetak Sejarah, Plea Bargain Pertama di Maluku Disetujui Kejaksaan Agung

Berita

Ambon Perkuat Transisi Energi Berkeadilan, Kolaborasi Internasional Bidik Solusi Sampah dari Akar Masalah