Home / Berita

Senin, 16 Juni 2025 - 23:33 WIB

Benhur : Fraksi Gabungan Menyatakan Penolakan PT. Batu Licin. #Save Kei Besar

AMBON-Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Masyarakat Maluku menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD provinsi Maluku, terkait pertambang di Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara (Malra). Karang Panjang, Senin (16/06/2025).

Seruan aksi unjuk rasa tersebut dilakukan dengan membawa spanduk bertuliskan “Jaga Tanah dan Tolak Tambang PT Batu Licin” dengan tanda hashtag #Save Kei Besar.

Salah satu orator, Fadel Notanubun melalui pengeras suara menyatakan, Anggota DPRD perna melakukan peninjauan di lokasi pertambangan tersebut, Alhasil, pada saat peninjauan itu tidak ada apa-apa.

”Kehadiran kami disini atas dasar kemaslahatan umat (rakyat), olehnya itu kami meminta DPRD Maluku untuk menyampaikan hasil peninjauan itu,” tegasnya.

Baca Juga  Jelang HUT Ke-76 Tahun Polwan RI, Polwan Polres SBB Laksanakan Bakti Sosial dan Bakti Religi

Bahkan, mereka menyebut anggota DPRD Maluku yang berasal dari Kei Besar, Maluku Tenggara lebih takut Haji Isam dari pada tanah dan adat di Bumi Nuhu Evav.

”Beberapa anggota DPRD asal Kei semua diam terkait persoalan ini, menurut kami ini adalah mafia,” tegas Fadel dalam orasinya.

Lebih lanjut kata dia, pertambangan dimana pun tidak akan mensejahterahkan warga masyarakat setempat, salah satu contohny di Kei Besar.

”Tidak ada masyarakat lokal disuatu tempat lokasi yang ada pertambanganny dan dikelolah oleh pemerintah dapat mensejahterahkan masyaratak di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Aksi Tersebut tidak berlangsung lama, masa aksi pun ditemui langsung pimpinan Dewan, ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun dan beberapa anggota DPRD lainnya.

Baca Juga  Walikota Ambon Imbau Ormas Yang Belum Terdaftar Segera Daftarkan Di Kesbangpol

Benhur Watubun mengajak masa aksi untuk masuk ke ruang paripurna DPRD Maluku dan melakukan pertemuan membahas persoalan tersebut, dihadiri oleh 13 anggota DPRD dari beberapa fraksi.

Menariknya, aksi yang dilakukan Aliansi Solidaritas Masyarakat Maluku itu didukung penuh anggota DPRD Maluku, Bahkan 13 anggota DPRD Maluku yang tergabung dari beberapa fraksi menolak dengan tegas kehadiran PT. Batu Licin di Provinsi Maluku lebih khusus di Kei Besar.

“Kami DPRD Maluku dari Fraksi gabungan dengan ini menyatakan menolak kehadiran PT. Batu Licin Beton Aspal di Maluku yang melakukan operasi pertambangan ditanah Kei,” tegas Ketua DPRD. (GM)

Share :

Baca Juga

Berita

Polresta Ambon, Dukung Penataan Tambang Batuan yang Legal

Berita

Izin Tambang Ditertibkan, Nasib Sopir Truk Dipertanyakan

Berita

RDP Tambang Batuan di Ambon: Akademisi Tegaskan Aktivitas Usaha Tak Serta-Merta Dihentikan

Berita

Tambang Pasir Ditutup, Sopir Super Truck Keluhkan Penghasilan Terhenti: “Cicilan Jalan, Kami Tidak Bisa Makan”

Berita

Pemkab Malteng-PN Masohi Siapkan MoU, Sidang Keliling Dekatkan Layanan Hukum ke Masyarakat

Berita

Pemkab Malteng-BSI Perkuat Sinergi, Akses Pembiayaan UMKM Jadi Perhatian

Berita

25 Tahun Imamat Mgr. Zeno Ngutra, Gubernur Maluku Dorong Gereja Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Berita

Harry Far-Far Desak Gubernur Segera Sikapi Polemik Tambang Batuan