Home / Berita

Senin, 3 November 2025 - 12:45 WIB

Bupati Zulkarnain: “Masohi Berbudaya, Masohi Bersaudara”

MASOHI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Masohi yang ke-68 tahun di lapangan Nusantara Kota Masohi, Senin, (03/11/2025)

Acara yang penuh hikmat kegotongroyongan ini merupakan suatu kebanggaan Kota Masohi dalam memperingatan HUT ke-68 Kota Masohi.

Dengan semangat itu pula, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menegaskan kembali makna sejati dari nama Masohi. Bagi Zulkarnain, Masohi bukan hanya sebuah kota, bukan sekadar ibu kota kabupaten, tetapi roh kebersamaan yang telah mengalir di nadi masyarakat sejak masa para leluhur.

“Masohi adalah simbol semangat gotong royong, semangat persaudaraan, dan semangat kebersamaan yang telah menjadi identitas orang Maluku Tengah sejak kota ini diresmikan oleh Bung Karno pada tahun 1957,” ucap putra terbaik Negeri Tehoru ini di hadapan ratusan warga yang memadati Lapangan Nusantara.

Baca Juga  Ketika 3 Prodi Keren Umsida Bersatu: Pulang Memborong Sekeranjang Juara Internasional

Dalam sambutan ini pula, Zulkarnain mengingatkan kembali bahwa nama Masohi berarti bekerja bersama-sama — sebuah makna yang hidup dalam denyut kehidupan warganya: dari pesisir hingga pegunungan, dari pasar hingga sekolah, dari negeri ke negeri.
“Itulah kekuatan besar katong selaku anak negeri, dengan semangat yang seng akan pernah padam,” katanya, penuh kebanggaan.

Di hadapan para tokoh adat dan tamu undangan, Zulkarnain mengajak masyarakat menundukkan kepala sejenak mengenang jasa para pendiri Kota Masohi — para raja, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemimpin terdahulu dari negeri-negeri yang menjadi bagian sejarah lahirnya kota ini: Amahai, Makariki, Haruru, Rutah, Sepa, Tamilouw, Waraka, dan lainnya.

Baca Juga  Respons Cepat, Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban yang Tertabrak Truk Bermuatan Galon di Simalungun Terjamin Santunan

“Dari katong pung tetua dan leluhur itulah, katong belajar arti ketulusan, kerja keras, dan kebersamaan tanpa pamrih,” ujarnya. “Mari katong panjatkan doa terbaik bagi mereka. Semoga amal bakti mereka menjadi cahaya penerang bagi perjalanan Kota Masohi menuju masa depan yang lebih maju,” sambungnya.

Mengusung tema “Masohi Berbudaya, Masohi Bersaudara,” perayaan tahun ini bukan sekadar upacara seremonial, melainkan panggilan hati bagi seluruh warga untuk tidak melupakan jati diri orang Maluku Tengah.

“Katong boleh hidup di era digital,” ujar Bupati, “tapi budaya gotong royong, nilai saling menghormati, dan semangat orang basudara harus tetap jadi dasar dalam melangkah.”Tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati SBB Hadiri Musrenbang RKPD Maluku 2027, Dorong Sinergi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Berita

Perkuat Kepemimpinan Daerah, Ratusan Ketua DPRD Ikuti Retret Nasional di Magelang

Berita

Dies Natalis ke-63 Unpatti, 19 Mahasiswa Adu Gagasan dalam Lomba Orasi Ilmiah Bertema Pertanian Berkelanjutan

Berita

Dispora Ambon Ikuti Rapat PANSUS DPRD, Dorong Evaluasi Kinerja dan Penguatan Program Pemuda-olahraga

Berita

Wawali Ambon Buka Manasik Haji 2026, 462 Jamaah Siap Berangkat dengan Pembekalan Intensif

Berita

Buka Rapat TPAKD, Wali Kota Ambon Tekankan Kolaborasi dan Akses Keuangan untuk Dorong Ekonomi

Berita

Pemkab SBB Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal Melalui Dekranasda dan Pelatihan Sagu-Kelor

Berita

Bupati SBB Hadiri Pisah Sambut Pangdam XV/Pattimura, Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah