Home / Politik

Senin, 4 Desember 2023 - 02:39 WIB

Dahlan Waer Ingatkan Penyelenggaraan Pemilu di Malteng Harus Netral

GlobalMaluku,Masohi-Penyelenggaraan pemilihan umum (Bawaslu dan KPU) lagi-lagi diingatkan untuk menjaga independensi dan netralitas dalam melaksanakan tugas peran dan fungsinya sebagai penyelenggara pesta demokrasi rakyat itu.

Peringatan tegas itu disampaikan dengan adanya  fakta  buruk pelanggaran Pemilu di tahun 2019 yang mencoreng nilai nilai demokrasi saat itu.

Fakta terungkap pada Pelanggaran pemilu yang terjadi di Desa Laimu dan Tehua kecamatan Telutih Kabupaten Maluku Tengah di Tahun 2019 itu. Ironisnya kasus dugaan pelanggaran yang saat itu terbuka secara  “telanjang” lantaran beredar luas di jagad Maya (Facebook) tentu telah mencederai nilai nilai demokrasi.

Baca Juga  Kuota BBM serta Stok Beras dan Gula, Cukup Menjelang Natal dan Tahun Baru

“Kasus ayam baca bebek,atau surat suara milik calon lain di baca ke orang lain yang tejadi di Laimu dan Tehua pada pemilu 2019 lalu tidak boleh berulang. Kami perlu menyampaikan warning tegas ini kepada penyelenggara pemilu. Sebab,kasus saat itu tidak pernah tuntas dan jangan sampai kembali terulang”Tegas Dahlan Wear, Aktivis Muhammadiyah Malteng kepada wartawan di Masohi, Senin, (5/12).

Dia menyebutkan kasus dugaan pelanggaran pemilu pada pemilu tahun 2019 lalu sangat memalukan dan merusak nilai demokrasi di kabupaten Malteng saa itu.

“Bayangkan kasus itu firal di medsos. Bagi kami itu pelanggaran sistemik. Karennya kami perlu mengingatkan agar jangan sampai berulang”Ingat Wear.

Baca Juga  Gubernur Lewerissa Apresiasi Perindo Dukung Pilkada Maluku Tanpa Mahar Politik, Dorong Politik Konstruktif dan Berpihak kepada Rakyat

Menurut catatannya, sambung Dia, perihirungan suara akibat kasus pelanggaran sistemik yang terjadi di Desa Laimu dan Tehua kecamatan Telutih itu, mengakibatkan jumlah partisipasi pemilih naik lebih dari 100 %. Akibatnya seluruh Surat suara plus surat suara cadangan 2.5 % terpakai habis. Tentu ini praktek yang memalukan,karenanya,wajar jika hari ini perlu diingatkan.

“Kami tidak membuka kenangan pahit,namun cermin pelanggaran berat saat itu mestinya telah menampar penyelenggara. Mereka harus mengakui gagal menjaga wibawa pemilu wibawa demokrasi saat itu. Sekali lagi kami ingatkan jangan sampai kemudian pengalaman buruk itu kembali terulang”Tutup Dahlan.

Share :

Baca Juga

Politik

Patrick Moenandar Bidik Pimpinan DPRD Ambon 2029, Perindo Mulai Petakan Kekuatan Politik di Setiap Dapil

Politik

Perindo Kota Ambon Siapkan Rekrutmen Caleg Berbasis Tokoh Dapil, Konsolidasi Internal Jadi Prioritas

Politik

Gubernur Lewerissa Apresiasi Perindo Dukung Pilkada Maluku Tanpa Mahar Politik, Dorong Politik Konstruktif dan Berpihak kepada Rakyat

Politik

Ely Toisuta: Kader Muda Golkar Harus Inovatif, Adaptif dan Berintegritas, Siap Jadi Pemimpin Masa Depan Maluku

Politik

Diklat AMPG Maluku, Zeth Pormes Targetkan Lahirnya Pemimpin Muda Berkualitas Menuju Pemilu 2029 dan 2031

Politik

LIMA DPK GOLKAR AMBON MELAWAN! MUSDA JILID II DISOAL, ELLY TOISUTTA DIGUGAT KE MAHKAMAH PARTAI!

Politik

Richard Louhenapessy Ingatkan Golkar Rangkul Kader, Musda X Dihantam Protes: Konsolidasi atau Perpecahan?

Politik

Musda X Golkar Ambon Jadi Momentum Konsolidasi, Ely Toisuta Tekankan Soliditas dan Bodewin Wattimena Ajak Kader Kedepankan Musyawarah