AMBON – Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Zona 3 Kabupaten Maluku Tengah resmi menutup rangkaian kompetisinya dengan sebuah final penuh drama. PS Hatumete berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan SSB Nusantara Masohi melalui adu penalti dengan skor 3-1 di Stadion Mandala Karang Panjang, Ambon, Rabu (10/6/2026).
Kemenangan tersebut menjadi penutup manis bagi tim asal Negeri Hatumete, Kecamatan Tehoru, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang waktu normal.
Laga final berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama. PS Hatumete dan SSB Nusantara Masohi sama-sama tampil agresif dan saling menekan demi merebut trofi juara. Sejumlah peluang emas tercipta, namun kokohnya lini pertahanan kedua tim membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti yang berlangsung menegangkan. Dalam situasi penuh tekanan, para eksekutor PS Hatumete tampil lebih tenang dan berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Sebaliknya, para penendang SSB Nusantara gagal memaksimalkan peluang yang dimiliki.
Skor 3-1 di babak tos-tosan memastikan PS Hatumete mengangkat trofi juara sekaligus mengukuhkan diri sebagai tim terbaik Zona 3 Maluku Tengah tahun ini.
Namun, berakhirnya kompetisi bukanlah akhir dari perjalanan para pemain muda yang tampil sepanjang turnamen. Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Tahun 2026, Alhidayat Wajo, menegaskan bahwa fokus berikutnya adalah menjaring pemain-pemain terbaik untuk membentuk skuad Maluku menuju putaran nasional.
“Kompetisi Zona 3 telah selesai, tetapi proses pembinaan masih berlanjut. Pemain-pemain terbaik dari seluruh tim akan mengikuti seleksi lanjutan di Ambon,” ujar Alhidayat.
Menurutnya, sebanyak 40 pemain yang dinilai menonjol selama kompetisi telah masuk radar tim pelatih dan pencari bakat. Mereka akan mengikuti seleksi akhir untuk memperebutkan tempat dalam tim Maluku yang akan tampil pada putaran nasional Liga Kampung Soekarno Cup di Jawa Timur.
“Dari 40 pemain yang dipanggil, nantinya akan dipilih 25 pemain terbaik yang akan membawa nama Maluku di tingkat nasional,” jelasnya.
Alhidayat menilai kompetisi tahun ini berhasil menampilkan banyak talenta potensial yang memiliki kemampuan teknik, kecepatan, dan pemahaman permainan yang menjanjikan. Kehadiran tim pencari bakat di setiap pertandingan menjadi kesempatan emas bagi para pemain muda untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka.
Lebih dari sekadar mencari juara, Liga Kampung Soekarno Cup U-17 juga dinilai sukses menjadi wadah pembinaan sepak bola usia muda serta mempererat persaudaraan antar-negeri dan kampung di Maluku Tengah.
Turnamen ini sekaligus membuktikan bahwa Maluku Tengah memiliki stok pemain muda berbakat yang siap bersaing di level lebih tinggi. Kini, perhatian tertuju pada proses seleksi di Ambon yang akan menentukan siapa saja pemain terbaik yang mendapat kesempatan mewakili Maluku di panggung nasional.
Bagi para pemain muda tersebut, seleksi ini bukan sekadar perebutan tempat di tim. Ini adalah pintu menuju mimpi besar untuk menembus dunia sepak bola profesional dan mengharumkan nama Maluku di masa depan.





































