Ambon – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (7/4) di Ballroom Marina Hotel, Ambon. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi capaian kinerja sekaligus merumuskan strategi pengembangan fakultas ke depan.
Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Inovasi Akademik FPIK dalam Akselerasi Pencapaian Universitas Pattimura sebagai World Class University”, Rakerpim diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, jurusan, serta unit kerja di lingkungan FPIK.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam arahannya menekankan pentingnya percepatan akreditasi internasional sebagai fokus utama universitas. Ia menyebut sejumlah fakultas, termasuk FPIK, tengah berperan sebagai penggerak dalam proses tersebut.
Menurut Rektor, perubahan pelaksanaan kegiatan yang semula direncanakan di luar daerah menjadi lokal merupakan dampak kebijakan pembatasan perjalanan dinas dari pemerintah. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi esensi strategis dari rapat kerja.
“Produktivitas menjadi kunci. Tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus menghasilkan capaian nyata yang terukur,” tegasnya.
Rektor juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan yang terintegrasi dengan indikator kinerja kementerian, mencakup aspek pengembangan talenta, inovasi, serta kontribusi kepada masyarakat. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dinilai sebagai fondasi utama dalam menghadapi pengawasan berbagai lembaga auditor.
Di bidang keuangan, Universitas Pattimura menargetkan pendapatan minimal Rp170 miliar per tahun dengan peningkatan kontribusi pendapatan non-APBN. Hal ini mendorong optimalisasi aset, sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha.
Sementara itu, Dekan FPIK Unpatti, Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa Rakerpim ini memiliki tiga fokus utama, yakni evaluasi kinerja tahun 2025, penyusunan program kerja 2026, serta penguatan semangat kerja kolektif.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan sebagai bentuk refleksi untuk meningkatkan kinerja, khususnya dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk tahun 2026, penyusunan program kerja disesuaikan dengan kondisi anggaran yang terbatas, sekitar Rp1,5 miliar, sehingga diperlukan prioritas pada program strategis, terutama yang mendukung akreditasi internasional.
“Keterbatasan anggaran bukan menjadi hambatan, tetapi tantangan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program,” ujarnya.
Dekan juga mengapresiasi capaian kinerja FPIK sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan, hasil dari kolaborasi seluruh sivitas akademika.
Rangkaian kegiatan Rakerpim meliputi pemaparan capaian IKU FPIK tahun 2025 serta dilanjutkan dengan perumusan program kerja tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, FPIK Unpatti diharapkan mampu memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mendorong inovasi akademik guna mewujudkan daya saing global yang berkelanjutan.

































