MASOHI, GLOBALMALUKU.ID | Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Maluku Tengah tahun 2022, Selasa (28/6) menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab).ke-10.
Bertempat di Aula Iklas Beramal Kementrian Agama Maluku Tengah, Kegiatan agenda musyawarah, memilih kepemimpinan serta menetapkan program organisasi selama satu periode mendatang di tubuh PMII itu terlaksana.
Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua melalui sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Rony Hetharia berharap, momentum Konfercab bisa melahirkan pemimpin yang berjiwa organisatoris, Kapabel serta Amanah.
Harapan ini berdasar, sebab, menurutnya,
Di era globalisasi saat ini, dibutuhkan generasi muda dengan gerakan serta pemikiran yang produktif dan konstruktif serta mampu mengembangkan potensi, meningkatkan pola pikir agar mampu menangkap setiap gerak dan dinamika perubahan zaman.
” PMII sebagai sebuah organisasi kader harus mampu menjadi ikon dalam upaya membentuk generasi bangsa yang kritis, yang memiliki kepekaan terhadap setiap dialektika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” harapnya.
PMII, menurut Bupati pada awal kelahirannya, telah mendorong peningkatan pendidikan dan kesejahteraan. PMII mengambil langkah-langkah yang tepat, strategis, dan terus berperan aktif dalam memberikan pencerahan dalam kehidupan kebangsaan di tanah air.
PMII, pada level nasional maupun di daerah memainkan peranan penting di hampir semua bidang. Baik sosial, politik, ekonomi, pendidikan, birokrasi, maupun di berbagai bidang kehidupan lainnya.
“Bahkan, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa arah perjalanan bangsa dan daerah selalu diwarnai oleh pemikiran dan aktivitas kader-kader HMI di berbagai lini,” ujar bupati.
Bupati berharap, kepengurusan yang baru, hasil konfercab nanti harus mampu menjaga eksistensi organisasi.
“Kembangkan Organisasi ini secara profesional. Tumbuhkembangkan semangat intelektualisme dan nasionalisme kepada seluruh. Jadikan PMII sebagai organisasi yang mampu menjembatani dan mengayomi seluruh kepentingan kader, dan, tetap kedepankan prinsip intelektualitas, egaliter dan inklusif bagi seluruh kader PMII,” pesannya. (AXI)




























