AMNON-Direktur PDAM Tirta Yapono, Pieter Saimima, menyampaikan Pemerintah Kota kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat sebagai prioritas utama. Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan MoU strategis yang membahas pembagian suplai air bersih secara lebih adil dan berkelanjutan, khususnya melalui pengelolaan oleh PDAM Tirta Yapono.
Dalam MoU tersebut, Saimima menegaskan bahwa distribusi air bersih tidak boleh lagi menimbulkan konflik antara masyarakat dan industri. Karena itu, sumber air khusus sedang dibangun untuk memenuhi kebutuhan perusahaan seperti Pertamina dan Citralen, sehingga suplai untuk masyarakat tidak lagi terganggu.
Distribusi Air Bersih Berbasis Kepentingan Publik
Lebih lanjut Saimima, menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat adalah kebutuhan dasar yang harus menjadi fokus utama pemerintah kota.
“Selama ini distribusi air untuk masyarakat dan perusahaan berjalan bersamaan. Namun masyarakat tetap menjadi prioritas. Kebijakan baru ini memastikan prioritas itu berjalan tanpa hambatan,” ungkapnya.
Langkah tersebut disusun dengan prinsip pemerataan, mengingat selama ini beberapa wilayah masyarakat kerap mengalami gangguan pasokan akibat tingginya kebutuhan industri.
Bangun Sumber Air Khusus untuk Industri
Salah satu poin penting dalam MoU adalah penyelesaian pembangunan sumber air baru yang secara khusus disediakan untuk Pertamina dan Citralen. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban sumber air utama yang selama ini melayani masyarakat dan industri secara bersamaan.
Dengan adanya sumber air khusus, perusahaan tidak lagi mengambil jatah air dari sistem distribusi utama. Hal ini memastikan masyarakat tidak lagi terdampak oleh tingginya konsumsi industri.
Bahkan, jika nantinya perusahaan tidak menggunakan sumber air khusus tersebut baik karena alasan teknis maupun operasional, kami telah menetapkan bahwa sumber ini akan dialihkan sebagai cadangan air masyarakat.
Kebijakan untuk Hindari Konflik Air Bersih di Masa Depan
Saimima optimistis, langkah strategis ini akan menghilangkan potensi konflik kepentingan air bersih antara masyarakat dan sektor industri. Dengan adanya sumber air terpisah, PDAM Tirta Yapono dapat mengatur suplai secara lebih stabil, merata, dan aman.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pasokan air dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan di masa mendatang.
Kebutuhan air bersih terus menjadi perhatian serius di lingkungan operasional Integrated Terminal Pertamina Wayame. Hal ini disampaikan oleh Integrated Terminal Manager, Novi Vastio, yang menegaskan bahwa pihaknya memang membutuhkan pasokan air dari BDAM sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional harian dan kesiapsiagaan menghadapi insiden.
Menurut Novi, selain digunakan untuk kebutuhan umum dan aktivitas perkantoran, pasokan air BDAM juga diperlukan untuk mengantisipasi apabila terjadi insiden penyakalan atau kondisi darurat lainnya.
“Kebutuhan memang kami butuh terkait dengan air, karena selain untuk kebutuhan umum yang dipakai di kantor, juga memang kebutuhan untuk mengantisipasi kalau terjadi sebuah insiden penyakalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan air dari PDAM merupakan kebutuhan yang telah dikomunikasikan bersama pemerintah. “Jadi memang secara kebutuhan, kami sangat membutuhkan,” tambahnya.
Novi menegaskan bahwa dukungan ketersediaan air sangat penting untuk memastikan operasional terminal berjalan aman dan sesuai standar keselamatan.

































