Home / Berita

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:59 WIB

Rektor Unpatti: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi Bangsa di Era AI dan Disrupsi Global

Ambon –  Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi dituntut bertransformasi lebih cepat untuk menjawab tantangan zaman, terutama di tengah disrupsi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga perubahan geopolitik dunia.

Hal tersebut disampaikan Rektor dalam wawancara usai Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Auditorium Unpatti, Sabtu (2/5).

Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu

Prof. Leiwakabessy menegaskan bahwa tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” harus diterjemahkan sebagai gerakan bersama seluruh elemen bangsa—termasuk perguruan tinggi—untuk memastikan pendidikan tetap relevan dan berdampak.

Ia menekankan bahwa kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat sebagai motor utama kemajuan bangsa.


1. Riset Harus Berdampak dan Menghasilkan Solusi Nasional

Rektor menegaskan bahwa riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata.

“Riset harus masuk ke industri, memecahkan persoalan nyata, dan pada akhirnya menciptakan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa pemerintah bahkan menargetkan munculnya ilmuwan-ilmuwan kelas dunia dari Indonesia, termasuk potensi melahirkan peraih Nobel di masa depan. Riset harus menjadi kekuatan strategis dalam menyiapkan perguruan tinggi menghadapi tantangan global.


2. Kampus sebagai Ruang Inovasi dan Pusat Ekonomi Baru

Prof. Leiwakabessy menekankan bahwa ruang-ruang belajar harus menjadi tempat lahirnya gagasan baru dan inovasi.

Baca Juga  67 Tahun, FISIP Unpatti Terus Lahirkan Gagasan Strategis bagi Pembangunan di Maluku

Inovasi tersebut tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kampus tidak boleh hanya menjadi pusat pengetahuan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menggerakkan potensi daerah.

“Unpatti harus memberdayakan seluruh aset—baik sumber daya manusia, laboratorium, hingga fasilitas kampus—untuk menghasilkan inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.


3. Pengabdian Masyarakat Harus Berbasis Kolaborasi Pentahelix

Dalam wawancara tersebut, Rektor menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan lagi sekadar aktivitas seremonial atau rutinitas akademik.

Pengabdian harus dilakukan melalui model pentahelix yang melibatkan:

  • akademisi,
  • pemerintah,
  • dunia usaha dan industri,
  • media,
  • serta komunitas masyarakat.

Dengan kolaborasi ini, kegiatan pengabdian bisa menjadi solusi yang lebih konkret bagi persoalan bangsa, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.


Digitalisasi dan AI: Unpatti Percepat Integrasi Sistem

Menjawab tantangan era digital, Prof. Leiwakabessy mengungkapkan bahwa Unpatti terus mempercepat integrasi sistem pengelolaan kampus berbasis teknologi.

Saat ini, sejumlah sistem telah terhubung dalam satu ekosistem digital, antara lain:

  • sistem kepegawaian,
  • administrasi keuangan,
  • perencanaan,
  • absensi digital,
  • hingga SIAKAT (Sistem Informasi Akademik).

“AI akan membawa dampak besar. Karena itu, kampus harus siap lebih cepat,” tegasnya.

Transformasi digital ini diharapkan mampu menciptakan pengelolaan perguruan tinggi yang modern, responsif, dan selaras dengan perkembangan teknologi global.

Baca Juga  Kadivhumas Polri Berangkatkan 15 Orang Ibadah Umroh Dalam Rangka Hari Jadi ke-72 Humas Polri

Tantangan Global dan Implikasi Keamanan Nasional

Rektor juga menyoroti kondisi geopolitik global yang turut memengaruhi stabilitas nasional, termasuk konflik Iran–AS dan perang Israel. Menurutnya, perguruan tinggi harus waspada dan responsif terhadap dampak perubahan tersebut, terutama dalam konteks keamanan, ekonomi, dan strategi nasional.


Unpatti Tegaskan Komitmen Inklusivitas dan Keamanan Kampus

Dalam kesempatan itu, Prof. Leiwakabessy juga menegaskan bahwa Unpatti berkomitmen menjaga kampus sebagai ruang aman, inklusif, dan ramah bagi semua kelompok.

Ia menyampaikan bahwa:

  • UKT Unpatti saat ini masih sangat terjangkau dan belum mengalami kenaikan,
  • seluruh ruang belajar akan diarahkan untuk ramah disabilitas,
  • kampus memperketat pencegahan kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan diskriminasi, dengan mengacu pada regulasi nasional.

“Kampus harus menjadi ruang yang aman bagi semua—tanpa kekerasan, tanpa diskriminasi,” tegas Rektor.


Unpatti Siap Berperan Lebih Besar untuk Indonesia Emas

Menutup wawancara, Prof. Leiwakabessy menegaskan bahwa Unpatti siap mendukung transformasi pendidikan nasional melalui riset berdampak, pembelajaran inovatif, dan pengabdian masyarakat yang kolaboratif.

“Apa yang kita lakukan hari ini di kampus adalah bagian dari membangun masa depan Indonesia. Unpatti harus menjadi pelopor perubahan, bukan pengikut.”

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Gempa Bumi

Berita

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Berita

Maluku dan Ambon Raih TPAKD Terbaik Regional, Lewerissa Apresiasi Kinerja dan Sinergi dengan OJK

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI, Aiko Health Disosialisasikan di 22 Puskesmas

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis

Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita

Kebakaran di Ambon Tembus 157 Kejadian, Nusaniwe Catat Lonjakan Tertinggi

Berita

Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku Perkuat Sinergi Keamanan Kampus dan Riset Ilmiah