Home / Berita

Kamis, 20 Februari 2025 - 19:43 WIB

Mahasiswa IAIN Ambon Tolak Pemangkasan Anggaran oleh Pempus

GlobalMaluku.ID, Ambon – Puluhan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar aksi demonstrasi di DPRD Provinsi Maluku. Kamis (20/2/2025).

Aksi puluhan mahasiswa itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 2025 terkait kebijakan efisiensi anggaran.

Masa aksi yang dijaga ketat oleh aparat keamanan itu mereka berusaha masuk bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, untuk audiens sekaligus menyampaikan tuntutan mereka.

Saling dorong yang tak terelakkan terjadi, dan sempat terjadi ketegangan dengan aparat keamanan,karena massa tetap memaksa masuk untuk bertemu dengan wakil rakyat.

Baca Juga  LHP BPK atas Laporan Keuangan Pemda Maluku Tahun 2024, Mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian,”

Namun, setelah beberapa saat kemudian, dari pihak Sekretariat DPRD meminta untuk 15 orang perwakilan untuk masuk. Namun, mereka tidak mau, mereka inginkan semua massa aksi bisa masuk ke ruang paripurna.

Keinginan mereka untuk masuk semua tidak dikabulkan, kemudian memilih untuk membacakan poin tuntutan mereka di depan Kantor DPRD Provinsi Maluku.

Adapun tuntutan mereka yaitu menolak kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi APBN dan APBD tahun anggaran 2025,l.

Menurut mereka kebijakan efisiensi anggaran tersebut dinilai akan berdampak buruk terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Maluku, khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Baca Juga  Gubernur Maluku Buka Atraksi Pukul Sapu Dan Penyulutan Obor Tulukabessy Di Morella

Koordinator Lapangan (Korlap) Sulaiman Ibrahim dalam orasinya mengatakan sebagai wilayah kepulauan, Maluku masih menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan termasuk minimnya infrastruktur, terbatasnya akses layanan dasar, serta ketimpangan sosial dan ekonomi.

”Pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat beresiko memperparah kondisi tersebut. Sehingga kami dengan tegas menolak kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan kebutuhan daerah,”tegasnya.

”Kami akan terus mengawal kebijakan ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi serta pemerintah daerah untuk sama-sama memperjuangkan keadilan anggaran bagi Maluku,” tegasnya (VR)

Share :

Baca Juga

Berita

SD Negeri 30 Maluku Tengah Mantapkan Predikat Sekolah Ramah Anak dan Penggerak di Hardiknas 2026

Berita

Unpatti Mantapkan Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia, Siapkan Generasi Emas 2045 Lewat Pendidikan dan Seni

Berita

Rektor Unpatti: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi Bangsa di Era AI dan Disrupsi Global

Berita

Mendikdassa Tekankan Transformasi Pendidikan Nasional, Rektor Unpatti Ambon Bacakan Sambutan Resmi Hardiknas 2026

Berita

Ruslan Tawari Dorong Generasi Muda Maluku Siap Hadapi Disrupsi Ekonomi di Era Megaproyek Masela

Berita

KPK Ingatkan Pentingnya Perencanaan dan Tata Kelola Keuangan

Berita

Awaiya Jadi Simpul Ekonomi Baru: Industri Kelapa dan Pala Resmi Dibangun di Liang

Berita

Ketua DPRD Ambon Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi, Dukung Penguatan Reformasi Birokrasi