Ambon – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Auditorium Unpatti Ambon, Sabtu (02/05) berlangsung penuh khidmat dan inspiratif. Dalam upacara yang digelar di Universitas Pattimura, sambutan resmi Menteri Pendidikan Sains dan Seni dibacakan oleh Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd.

Dalam sambutan tersebut, Menteri menegaskan bahwa Hardiknas ke-78 menjadi momentum penting untuk memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah jantung peradaban dan ruang pembentukan akal budi serta karakter bangsa.
Pendidikan sebagai Jawaban Tantangan Global
Menteri mengingatkan bahwa dunia kini bergerak sangat cepat, ditandai dengan disrupsi digital, perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga transformasi dunia kerja akibat kecerdasan artifisial. Di tengah tantangan global tersebut, pendidikan tetap menjadi jawaban paling strategis bagi bangsa.
“Amanat mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Pendidikan bermutu, adil, dan memerdekakan harus diwujudkan dengan partisipasi seluruh elemen bangsa,” demikian sambutan yang dibacakan Prof. Leiwakabessy.
Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” selaras dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto serta menjadi landasan pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Renstra 2025–2029.
Tiga Fokus Transformasi Pendidikan
Menteri menjabarkan tiga kekuatan utama yang menjadi tumpuan transformasi menuju Indonesia Emas 2040:
1. Perluasan Akses Pendidikan yang Inklusif
Tidak boleh ada warga yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, atau sosial. Program seperti KIP Kuliah, beasiswa afirmasi, BKT, serta beasiswa magister dan doktoral akan terus diperkuat untuk memastikan pendidikan tinggi menjadi tangga mobilitas sosial bagi semua anak bangsa.
2. Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Perguruan tinggi didorong menjadi pusat inovasi yang melahirkan solusi nyata. Melalui konsorsium riset dan kemitraan dengan berbagai pihak, kampus berperan menjawab persoalan seperti kemiskinan, ketahanan pangan, dan pembangunan daerah—termasuk inovasi pertanian dan pangan bergizi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
3. Riset yang Berdampak pada Industri dan Masa Depan
Riset nasional diarahkan tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga inovasi industri. Fokusnya meliputi pengelolaan sampah, transisi energi, semikonduktor, sumber daya alam, kesehatan, ketahanan pangan, hingga artificial intelligence.
Pendanaan riset berbasis tantangan, penguatan lembaga penelitian, serta pembangunan pusat keunggulan IPTEK menjadi prioritas utama.
Indonesia Harus Melahirkan Ilmuwan Kelas Dunia
Dalam sambutannya, Menteri menegaskan cita-cita besar Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga pencipta.
“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang jelas: Indonesia harus melahirkan ilmuwan kelas dunia, bahkan peraih Nobel dari anak bangsa.”
Kementerian kini menyiapkan Program Indonesia 2045, sebuah inisiatif berkelanjutan untuk membina talenta unggul, memperkuat riset kelas dunia, dan membangun ekosistem sains nasional.
Apresiasi bagi Tenaga Pendidik dan Seruan bagi Generasi Muda
Menteri juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendidik, peneliti, dan tenaga kependidikan di seluruh penjuru negeri yang dianggap sebagai penanam masa depan bangsa.
Kepada mahasiswa dan generasi muda, ia berpesan untuk tidak takut bermimpi besar:
“Jadilah pembelajar yang kritis, pencipta gagasan, dan pemecah masalah. Masa depan Indonesia Emas ada di tangan kalian.”
Pendidikan sebagai Tanggung Jawab Kolektif Bangsa
Menutup sambutan, Menteri mengajak seluruh pihak—negara, kampus, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, hingga generasi muda—untuk bersatu menghadirkan pendidikan bermutu, relevan, dan berdampak bagi semua.
Upacara Hardiknas 2026 di Unpatti Ambon pun ditutup dengan ajakan bersama: membangun masa depan Indonesia dari ruang-ruang belajar hari ini.

































