GlobalMaluku.ID, Ambon- Sekelompok Pemuda yang tergabung dalam Organisasi Komando HAM (Hidupkan Aspirasi Masyarakat) Maluku, Menggelar aksi demo di depan Kantor Balai Wilayah Sungai(BWS) Provinsi Maluku.
Aksi tersebut berlangsung pada, Kamis(16/1/2025). Adapun aksi demo yang mereka sampaikan, terkait dengan Pemeliharaan Proyek Sabo Dam di kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah.
Ketika Ditemui Awak Media Ketua Koordinator Lapangan sekaligus merupakan Wakil Ketua Organisasi HAM Maluku, menyampaikan “Aksi demo yang kita lakukan di dua titik.” Pertama tadi di pihak Balai Jalan dan Jembatan Provinsi Maluku sekitar jam 10.00 WIT dan jam 11.00 WIT ini kita lakukan di Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku.
Tuntutan dari Aksi Demo tersebut,Jafar menjelaskan “Untuk tuntutan di Balai Jalan dan Jembatan itu untuk tuntutan pembangunan beberapa bentangan yang ada di jembatan Wae Kawanua, sesuai dengan kesepakatan yang telah kita buat dengan pimpinan sebelumnya yaitu Pak Bambang, di tahun 2024,”.
“Untuk itulah kita datang di Balai Jalan dan Jembatan, Untuk meminta dan mempertanyakan sejauh mana mereka punya realisasi terkait dengan kesepakatan yang kita bangun.” Ungkap Jafar.
“Sementara di pihak Balai Wilayah Sungai, yang kita tuntut adalah. Pertama terkait normalisasi kali Wae Kawanua, dan yang Kedua penggarapan tanah pada bendungan Wae Kawanua yang sudah dibuat dua atau tiga tahun yang lalu.
Itu yang kemudian kita pertanyakan kepada pihak Balai Wilayah Sungai,”.
Tambah Jafar “Untuk Bendungan Wae Kawanua sampai saat kita turun demo hari ini tidak ada pergerakan penggerukan bendungan yang berlangsung di sana. Karena itu, tadi dalam aksi Saya sempat bilang dan mempertanyakan di mana anggaran pemeliharaannya, karena sampai sekarang tidak ada pemeliharaan dari pihak Balai Wilayah Sungai, “pungkasnya.
Kata dia, “yang jelas kalau Bendungan itu tidak digeruk tanahnya Pasti sangat berdampak dan akan terjadi banjir di Wae Kawanua yang kemuadian mengakibatkan putusnya akses jalan dan juga berdampak terhadap tanaman-tanaman masyarakat yang ada di sana, baik itu pohon kelapa, pohon pisang dan lain sebagainya. Dan hal itu terjadi kemarin waktu di bulan Juli tahun 2024. Tutur Jafar.
“Jafar mengatakan “Untuk respon Balai Jalan dari aksi demo kita tadi itu tidak ada sama sekali, tapi kita berharap walaupun tidak bertemu langsung dengan pimpinannya atau orang-orang yang mempunyai tanggung jawab di sana, mereka dapat mendengar tuntutan dari demonstrasi tadi dan dapat menyampaikan kepada pimpinan mereka,”.
“Kemudian di Balai Wilayah Sungai, ternyata juga selama kita melaksanakan aksi sejauh ini tidak ada respon, kita pun berharap walaupun mereka tidak menemui kita tetapi sekiranya mereka bisa mendengar dari dalam dan dapat menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan kita di hari ini.” Ujar Jafar
Meskipun tidak mendapat respon dari pimpinan yang ada di Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku, maka aksi ini akan tetap berlanjut, kita akan tetap terus bersuara mengawal dan melakukan aksi demo untuk menyampaikan hal yang sama sebagai tuntutan kita. Tegasnya.
“Kami pun berharap terutama kepada Balai wilayah sungai prrovinsi Maluku, sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat (Pempus)untuk bisa merespon apa yang menjadi tuntutan dari aksi kita pada hari ini, semoga bisa ditindaklanjuti secepatnya,”
“Dan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, baik lewat Gubernur maupun Anggota DPRD provinsi Maluku, untuk dapat juga bersama-sama memperhatikan kondisi jembatan Wae Kawanua baik dari sisi normalisasinya, maupun dari sisi pengerukan bendungan yang sudah dilakukan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku.” Tutup Jafar.

































