Home / Berita

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:02 WIB

Pemkot Ambon Gelar Lokakarya Integrated City Planning, Wujudkan Kota yang Lebih Modern dan Berdaya Saing

AMBON–Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mendorong upaya penataan kota yang lebih baik melalui perencanaan terintegrasi. Hal ini disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka Lokakarya Integrated City Planning (ICP) yang berlangsung di Swiss-Belhotel, Kamis (28/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa usia Kota Ambon yang akan memasuki 450 tahun pada 7 September 2025 merupakan momentum penting untuk menata kota menjadi lebih modern, tertata, dan berdaya saing.

“Melihat sejarah kota ini maka harus ada sebuah keharusan untuk mengupayakan menata Kota Ambon menjadi lebih baik. Dari sebuah kampung, sebuah desa, ia bertumbuh menjadi kawasan perkotaan dan hari ini menjadi ibu kota Provinsi Maluku, pusat pendidikan, kesehatan, dan tujuan utama masyarakat dari berbagai wilayah,” ujar Wattimena.

Menurutnya, kompleksitas permasalahan perkotaan di Ambon tidak lepas dari kondisi geografis yang berada di pulau kecil dengan keterbatasan ruang. Urbanisasi yang semakin cepat, tekanan terhadap lingkungan, keterbatasan lahan, serta kebutuhan infrastruktur adaptif menjadi tantangan yang harus dijawab melalui perencanaan yang sistematis dan kolaboratif.

Baca Juga  Komandan Lanud Pattimura Hadiri Seminar Nasional Budaya Safety Keselamatan Terbang Tahun 2023.

“Pilihan kita adalah menyelesaikan persoalan ini dengan bekerja bersama atau berkolaborasi. Tidak bisa dilakukan secara parsial antar tingkatan pemerintahan, tetapi harus dengan perencanaan yang sistemik,” tegasnya.

Wali Kota menambahkan, tahun 2025-2026 menjadi periode penting karena merupakan tahun pertama implementasi RPJMD Kota Ambon 2025-2029, yang diselaraskan dengan RPJPD dan RPJMN. Salah satu fokus pembangunan adalah penataan kawasan pesisir Teluk Ambon.

“Kita ingin supaya kawasan Teluk Ambon ditata sedemikian rupa sehingga bisa menjadi lambang kemajuan kota. Penataan ini tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadi pusat pengembangan wilayah pesisir,” jelasnya.

Baca Juga  Laksanakan Rapat Paripurna Masa Sidang Tahun 2026, DPRD Kota Ambon Sahkan Dua Ranperda

Pemkot Ambon saat ini juga tengah menata kawasan Pasar Mardika dengan pembangunan Pasar Papalele serta pusat kuliner di tepi pantai. Upaya ini dipastikan tidak mengganggu rencana pembangunan jalan melingkar Teluk Ambon, melainkan justru terintegrasi untuk mendukung pengembangan kota.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan, khususnya dengan hadirnya Jembatan Merah Putih (JMP) yang menjadi simbol kemajuan Kota Ambon.

“Jembatan Merah Putih membuat Ambon berbeda dengan masa sebelumnya. Namun, kami terus membutuhkan dukungan pemerintah pusat maupun provinsi, karena membangun kota ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kami yakin jika semua bekerja bersama sebagai tim yang kompak, maka Ambon bisa maju bersama Maluku dan Indonesia,” ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Bimas Kristen Malteng: Klaim Bergabung dengan Sinode dan PGI Harus Melalui Prosedur Resmi

Berita

Diduga Gunakan Identitas PGI Tanpa Dasar Organisasi yang Jelas, Jemaat Victorius Breaktrough Suli Diminta Diperiksa

Berita

Wali Kota Ambon Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah, SP2D Online Jadi Langkah Menuju Smart City

Berita

DPRD Maluku Terima LHP BPK 2025, Benhur Watubun Tekankan Tata Kelola Keuangan Harus Transparan

Berita

DPRD Maluku Mulai Masa Sidang III, APBD hingga Temuan BPK Jadi Sorotan Utama

Berita

DPRD Maluku Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat di Malteng, Pastikan Program Pendidikan Nasional Tepat Sasaran

Berita

Rektor Unpatti Tegaskan Blok Masela Harus Sejahterakan Masyarakat Maluku, Bukan Sekadar Proyek Energi

Berita

Mahasiswa Seram Utara-Selatan Desak Pemerintah Tinjau Ulang Tapal Batas Hutan, Ancam Gelar Aksi Lanjutan