Home / Berita

Kamis, 27 November 2025 - 20:31 WIB

Pemkot dan DPRD Kota Ambon Menyetujui KUA & PPAS APBD 2026

AMBON–Paripurna Penandatangani Nota Kesepahaman dan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Anggaran sementara (KUA-PPAS) APBD 2026 antara Pemerintah Kota Ambon dan DPRD Kota Ambon, yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kota Ambon, Rabu, (26/11/2026). Hadir dalam paripurna ini antara lain Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Wakil Wali Kota Ely Toisuta, Sekot Robby Sapulette, OPD di lingkup Pemkot Ambon dan undangan lainnya. Dalam kesempatan itu Wali Kota Ambon  menyampaikan penyusunan dan pembahasan KUA–PPAS yang  merupakan amanat regulasi.

“Berdasarkan ketentuan Pasal 169 PP Nomor 12 Tahun 2019, kepala daerah harus menyampaikan rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD untuk dibahas dan disepakati bersama,” ujarnya. Beliau jelaskan pemerintah telah menyerahkan rancangan tersebut lebih awal, sejak (11/10/ 2025). “Kami telah menyampaikan rancangan KUA dan PPAS untuk dibahas dan kini diserahkan  rancangan tersebut untuk disepakati dalam nota kesepakatan,” urainya

Baca Juga  Hasto: Maluku Istimewa, Kader-Kadernya Loyal Pada Ibu Mega, Bung Karno dan PDIP

Dan proses pembahasan anggaran 2026 berlangsung dalam situasi fiskal yang berat. “Proses pembahasan merupakan pekerjaan yang tidak mudah, karena TAPD dan Banggar DPRD diperhadapkan dengan kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas,” jelasnya. Sebutnya, Penurunan Transfer ke Daerah (TKD) nasional juga berdampak pada kemampuan fiskal Kota Ambon. “Alokasi TKD tahun 2025 sebesar Rp 971 miliar lebih, dan mengalami penurunan lebih dari Rp132 miliar di tahun 2026,” terang Wattimena.

Baca Juga  Pemerintah Provinsi Maluku Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Alm. JAMALUDIN MAULANA ROLOBESSY.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengambil langkah penuh kehati-hatian. “Seluruh belanja daerah tahun 2026 akan dilakukan secara selektif dan berhati-hati. Pemerintah Kota akan melakukan evaluasi setiap bulan berjalan,”ujarnya. Wali Kota juga menegaskan kemungkinan skema pembiayaan tambahan. “Kemungkinan terburuk adalah melakukan pinjaman daerah.”tambahnya. Dalam nota kesepakatan, pendapatan daerah tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,125 triliun.

Belanja daerah Rp1,291 triliun, dan pembiayaan daerah disiapkan sebesar Rp200 miliar pada pos penerimaan pembiayaan. Untuk itu Wali Kota menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan tahun 2026 berpedoman pada tema RPJMD tahun kedua. Yaitu “Pemerataan Jaminan Sosial dan Ekonomi untuk Ambon Sejahtera”, yang dijabarkan dalam delapan prioritas pembangunan daerah.

Share :

Baca Juga

Berita

Wagub Maluku Buka Sahari Dilahasuang di Negeri Laha, UMKM dan Kuliner Lokal Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Berita

Ely Toisutta dan Dody Wiranto Ajak Pemuda Maluku Jadi Pelopor Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Era Digital

Berita

Solichin Buton Warning Pembebasan Lahan TPU Arbes: Status Tanah Harus Jelas, Hindari Masalah Hukum

Berita

Desakan Pemakzulan Abdullah Vanath Menguat, Watubun Tegaskan DPRD Tak Bisa Bertindak Sepihak

Berita

Wagub Maluku Dorong Perluasan Peluang Kerja bagi Pemuda, Solidaritas Jadi Kunci Datangkan Investasi

Berita

Ombudsman Maluku Soroti Pelayanan Publik SBB, Bupati Diminta Pastikan Perbaikan Nyata

Berita

Maluku Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa: Penghargaan Ini Milik Seluruh Rakyat dan Pemuda

Berita

Wali Kota Ambon Dorong TP-PKK Jadi Mitra Strategis, Bidik Optimalisasi PAD