AMBON–Inflasi di Kota Ambon tahun 2025 melampaui ambang batas nasional, mencapai 4,23 persen. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon melakukan rapat evaluasi untuk membahas langkah-langkah pengendalian inflasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Pauline Gaspersz, menjelaskan bahwa tekanan inflasi terutama dipicu oleh tiga kelompok pengeluaran utama, yakni makanan, minuman, dan tembakau, perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta transportasi.
Secara terperinci Gaspersz, menjelaskan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,85 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun Desember 2024. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (year to date/y to d) sekaligus year on year mencapai 4,23 persen, melampaui target inflasi nasional 2025 sebesar 2,5 persen ±1 atau batas atas 3,5 persen.
“Inflasi y to d Kota Ambon tahun 2025 sebesar 4,23 persen sudah melampaui ambang batas yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2024,” ujar Gaspersz.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengatakan bahwa lonjakan inflasi di akhir 2025 dipengaruhi kuat oleh kenaikan tarif angkutan udara yang tidak disertai subsidi dari pemerintah pusat. Pemkot Ambon akan melanjutkan dan memperkuat intervensi harga, termasuk rencana pembangunan kios atau pasar pengendali untuk menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan barang di pasar.
“Kios pengendali ini penting untuk memantau harga sekaligus menyediakan stok komoditas tertentu agar masyarakat bisa memperoleh harga yang terjangkau,” ujar Toisutta.
Selain itu, Pemkot Ambon juga akan memperkuat kembali kerja sama antar daerah dengan kabupaten penyangga seperti Kabupaten Buru dan Maluku Tengah guna memastikan kelancaran pasokan komoditas.
“Ke depan, komunikasi dengan daerah penghasil akan diperkuat agar penyangga stok dapat dimaksimalkan dan membantu pengendalian inflasi di Kota Ambon,” tandas Toisutta.


























