Home / Berita

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:14 WIB

Pemkot Siapkan Strategi Atasi Inflasi 2025

AMBON–Inflasi di Kota Ambon tahun 2025 melampaui ambang batas nasional, mencapai 4,23 persen. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon melakukan rapat evaluasi untuk membahas langkah-langkah pengendalian inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Pauline Gaspersz, menjelaskan bahwa tekanan inflasi terutama dipicu oleh tiga kelompok pengeluaran utama, yakni makanan, minuman, dan tembakau, perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta transportasi.

Secara terperinci Gaspersz, menjelaskan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,85 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun Desember 2024. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (year to date/y to d) sekaligus year on year mencapai 4,23 persen, melampaui target inflasi nasional 2025 sebesar 2,5 persen ±1 atau batas atas 3,5 persen.

Baca Juga  Ini Harapan Pj Walikota, Vlisingen Menjadi RS Umum Daerah Minaml Tipe D, Kami Sudah Usulkan

“Inflasi y to d Kota Ambon tahun 2025 sebesar 4,23 persen sudah melampaui ambang batas yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2024,” ujar Gaspersz.

Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengatakan bahwa lonjakan inflasi di akhir 2025 dipengaruhi kuat oleh kenaikan tarif angkutan udara yang tidak disertai subsidi dari pemerintah pusat. Pemkot Ambon akan melanjutkan dan memperkuat intervensi harga, termasuk rencana pembangunan kios atau pasar pengendali untuk menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan barang di pasar.

Baca Juga  Gelar Peringati Hari anak Nasinal, sekaligus Pelantikan, Forum Anak Kota Ambon Tahun 2024 Ini Arahan Kaya

“Kios pengendali ini penting untuk memantau harga sekaligus menyediakan stok komoditas tertentu agar masyarakat bisa memperoleh harga yang terjangkau,” ujar Toisutta.

Selain itu, Pemkot Ambon juga akan memperkuat kembali kerja sama antar daerah dengan kabupaten penyangga seperti Kabupaten Buru dan Maluku Tengah guna memastikan kelancaran pasokan komoditas.

“Ke depan, komunikasi dengan daerah penghasil akan diperkuat agar penyangga stok dapat dimaksimalkan dan membantu pengendalian inflasi di Kota Ambon,” tandas Toisutta.

Share :

Baca Juga

Berita

Unpatti Dukung Penguatan Energi Terbarukan Maluku, Prof Dominggus Hadiri Kick Off NZMATES Phase 2

Berita

KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Diserahkan, Pemkot Ambon Tekan Defisit hingga Rp205,4 Miliar

Berita

Ketua DPRD Maluku Minta Patahuwe-Lisabata Akhiri Konflik, Jangan Ada Lagi Aksi Balasan

Berita

Penyerahan STL GSY Jobel Paso dan Pondok Daud Tepa, Kemenag Maluku Tekankan Tertib Administrasi dan Persaudaraan

Berita

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Berita

16.498 Keluarga di Kepulauan Aru Terima Bantuan Beras, Pemerintah Pastikan Tepat Sasaran

Berita

Sambutan Hangat di Semarang, Gubernur Maluku Apresiasi Dedikasi LO Jateng Dampingi Kafilah MTQ

Berita

Energizing Maluku 2026: Maluku Mulai Menatap Masa Depan dengan SDM Unggul, Ekonomi Berkelanjutan dan Teknologi AI