Home / Berita

Senin, 24 April 2023 - 23:46 WIB

Pj Walikota Ambon Resmi Membuka Musyawarah IKHHAR Hulaliu Ambon Yang Ke- II

GlobalMaluku.ID,AMBON-PJ Walikota Ambon Bodewin Wattimena membuka secara resmi Mosonipi (musyawarah) Ikatan Kekeluargaan Hulaliu Haturessy Rakanyawa (IKHHAR) Ambon,Kegiatan itu berlangsung di Ruang Paripurna Utama DPRD Kota Ambon, Belakang Soya, Senin (24/4).

Kegiatan tersebut yang di lakukan saat ini adalah, momen sebagai bentuk dari kearifan lokal anak negeri Maluku dengan kekayaan nilai -nilai kehidupan, sehingga mempertaruhkan dan mempersatukan masyarakat Maluku didalam realitas perbedaannya yang kaya akan mekanisme lokal sebagai bagian dari kearifan, dan ini akan ada dan terus tumbuh dan berkembang dalam tantangan masa kini,”Kata Watimena senin 24/4/2023

Dikatakan,”Ini bagimana orang tua-tua kita, leluhur kita, bisa membangun kebersamaan hidup sehingga 5 negeri ini bisa hidup laeng tolong laeng, bantu laeng, itu sebenarnya dari sebuah persaudaraan yang rukun.

Dalam semangat itu, gesekan-gesekan ataupun hal-hal yang mengancam persekutuan-persekutuan itu, dengan mudah di selesaikan dan mudah dicarikan. Ini adalah warisan orang tua, para leluhur kita yang terus kita jaga,ujar Wattimena.

Baca Juga  Adventure Race of Amboina “Soya for Ambon” Resmi Dibuka, Wali Kota Ajak Generasi Muda Jaga Alam

Dia menambahkan, bahwa
sebagai orang Maluku, tentu mempunyai kearifan lokal, dan ini salah satu realitas sosial yang dapat mempersatukan orang Maluku ketika menghadapi persoalan dan tantangan bersama.

Artinya, ketika satu merasakan dan mengalami sesuatu baik itu senang maupun susah yang lain, merasakan hal yang sama,ungkapnya .

“Saya berharap, acara ini akan menghasilkan hal hal positif, hal hal yang baik, untuk pengembangan ikatan ini, dan juga dapat membangun Negeri Hulaliu sebagai tempat asal usul basudara sekalian.

Selain itu,Salah satu penggagas IKHHAR, Jafry Taihuttu mengatakan, istilah mosonipi digunakan lantaran memiliki nilai kultural yang lebih dari pada menggunakan kata musyawarah.

“Karena istilah mosonipi itu lebih kultural karena ada nilai adatnya disitu. Ada bagian yang tidak bisa dipisahkan masyarakat,” kata Jafry kepada wartawan saat di Wawancarai .

Dia menjelaskan, khusus di Ambon ada pemuda pelajar dan para orang tua asal Hulaliu yang tergabung dalam paguyuban ini.
Mereka tersebar di Kecamatan Nusaniwe, Sirimau, Baguala, dan sekitarnya.

Baca Juga  Fauzan Rahawarin : Aktivitas PT Batulicin Secara Regulasi "Cacat"

Lanjutnya, tujuan adanya IKHHAR untuk saling menjaga tali silaturahmi antar sesama orang Hulaliu dan Hatuhaha yang didalamnya termasuk Hulaliu sendiri, Kailolo, Kabau, Rohomoni, dan Pelauw.

“Kita hanya ingin menjaga silaturahmi karena menjaga silaturahmi bagi orang Hulalui orang Hatuhaha itu potensi yang tidak bisa dinilai dengan duit.

“Itu untuk menggerakkan roda membangun di negeri masing-masing yang adalah aset terbesarnya anak negeri di perantauan,” bebernya.

Lebih lanjut dia katakan , Paguyuban serupa juga ada di daerah lain seperti di Makassar dan bahkan ada di Belanda.
“Kalau di Makasar itu sudah sejak tahun 1921. Di Belanda ada Persekutuan Anak Hulaliu juga,jelasnya.

Diketahui, Kegiatan yang diawali dengan kebaktian ibadah itu, juga menghadirkan grup ukulele Yanain Voice dari Hulaliu.Kegiatan tersebut dibuka oleh Pj. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Maluku Dukung Seram Opportunity, 400 Kluster Sawit Dibidik dan 20 Ribu Tenaga Kerja Ditargetkan

Berita

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Bulog Capai Pengadaan 4 Juta Ton Beras, Gubernur Maluku Hadir di Ambon

Berita

Wattimena Tegaskan Penataan OPD Bukan untuk Tambah Jabatan, Tapi Perkuat Pelayanan Publik

Berita

Kejati Maluku Ingatkan Kepala Sekolah: Kelola Dana BOSP, Jangan Campur Kepentingan Pribadi

Berita

Halidah Rahawarin Resmi Jabat Wakil Dekan FK Unpatti, Rektor Bidik Akreditasi Unggul

Berita

Tenaga Kerja Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir, Pemerintah Diminta Bela Anak Maluku

Berita

Lewerissa: ASN Sehat, Solid, dan Profesional untuk Perkuat Pelayanan Publik

Berita

Perubahan KUA-PPAS 2026, Maluku Tengah Dapat Tambahan Fiskal Rp68,76 Miliar