AMBON–Dinas PLN diminta meningkatkan jam operasional listrik di pulau-pulau terluar Maluku menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, meminta PLN meningkatkan jam operasional listrik dari 6 atau 12 jam menjadi 24 jam, terutama di kawasan yang masih bergantung pada listrik yang menyala hanya beberapa jam sehari.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, PLN diharapkan memberikan prioritas layanan bagi umat Kristiani yang mempersiapkan perayaan,” kata Irawadi di Ambon, Rabu.
Irawadi menyebutkan bahwa beberapa wilayah seperti Molumaru, Wulan Labobar, Pulau Luang, Lakor, hingga Damer hanya menikmati suplai listrik selama enam jam per hari, sementara di Pulau Romang dan Wetar Timur, pasokan listrik tidak menentu.
“PLN perlu memperhatikan dan meningkatkan pelayanan kebutuhan listrik masyarakat di wilayah 3T,” ujarnya.
Irawadi berharap PLN dapat menindaklanjuti usulan ini meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan geografis. “Untuk perayaan keagamaan khususnya di wilayah Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kami berharap ada perhatian khusus agar masyarakat bisa merayakan hari besar dengan lebih nyaman,” tandasnya. (*)


























