AMBON – Universitas Pattimura (Unpatti) memasuki babak baru dalam penguatan sumber daya manusia. Sebanyak 778 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura, Senin (29/6/2026).
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penegasan komitmen Unpatti dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik serta kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa setiap ASN yang baru dilantik memikul amanah besar untuk mengabdi kepada institusi, masyarakat, dan bangsa. Menurutnya, sumpah jabatan yang telah diikrarkan harus diwujudkan melalui integritas, disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang tinggi.
“Pelantikan ini bukan hanya perubahan status kepegawaian, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” tegas Rektor.
Ia menjelaskan, tantangan pembangunan nasional membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter yang kuat serta dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik.
Rektor juga membagikan pengalaman saat menghadiri pertemuan pimpinan perguruan tinggi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi sebagai fondasi menuju Indonesia maju.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi terbaik yang akan menentukan masa depan bangsa,” ungkapnya.
Kepada seluruh ASN yang baru dilantik, Rektor mengingatkan agar bekerja bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban kepada pimpinan, tetapi menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Nilai-nilai moral dan spiritual yang diikrarkan dalam sumpah jabatan, kata dia, harus menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan maupun pelaksanaan pekerjaan.
Selain itu, budaya kerja yang disiplin menjadi perhatian utama. Ketepatan waktu, profesionalisme, penyelesaian pekerjaan secara tuntas, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan masalah baru dinilai sebagai karakter ASN yang harus terus dibangun di lingkungan Universitas Pattimura.
Dalam aspek tata kelola kelembagaan, Rektor menegaskan bahwa Unpatti telah memiliki regulasi yang jelas sebagai pedoman seluruh sivitas akademika. Karena itu, setiap pelanggaran terhadap aturan akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga disiplin, profesionalisme, dan kredibilitas institusi.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk mempererat kebersamaan sebagai keluarga besar Universitas Pattimura. Bagi ASN yang berasal dari luar Maluku, Rektor berharap mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan, mencintai daerah tempat bertugas, serta turut berkontribusi dalam pembangunan Maluku melalui dunia pendidikan.
Mengakhiri sambutannya, Rektor mengajak seluruh ASN untuk senantiasa menjaga kesehatan, bekerja dengan penuh rasa syukur, terus meningkatkan kompetensi, menumbuhkan semangat kewirausahaan tanpa mengabaikan tugas utama sebagai aparatur negara, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Universitas Pattimura.
Pada kesempatan tersebut, Rektor melantik 83 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri dari 79 dosen dan 11 Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama, 532 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terdiri atas 48 dosen Asisten Ahli dan 484 tenaga kependidikan, serta 163 PPPK Paruh Waktu dengan jabatan Operator Layanan Operasional.
Pelantikan ratusan ASN ini menjadi salah satu momentum penting bagi Universitas Pattimura dalam memperkuat kualitas pelayanan pendidikan tinggi sekaligus mempercepat terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdaya saing.






































