AMBON – PT Pelindo Terminal Petikemas menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menanam 2.500 bibit pohon produktif di Desa Tawiri, Kota Ambon. Program ini menjadi bagian dari fokus Pelindo dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.
Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas Ambon, Annang Cahyadi, menjelaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial di tiga sektor utama, yakni lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan pendidikan.
“Pada tahun ini, program TJSL kami difokuskan di Indonesia Timur, dan Ambon menjadi pusat pelaksanaannya. Kami ingin menunjukkan bahwa Pelindo tidak hanya hadir untuk menjalankan bisnis, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat dan pemerintah melalui program pemberdayaan lingkungan,” ujar Annang.
Menurutnya, Desa Tawiri dipilih setelah melalui proses survei terhadap sejumlah lokasi di Kota Ambon. Kawasan tersebut dinilai memiliki kondisi tanah dan lingkungan yang paling ideal untuk mendukung pertumbuhan pohon produktif yang mampu menyerap karbon sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil buahnya.
“Memang ada wilayah lain yang lahannya tandus, namun belum cocok untuk tanaman buah. Kami memilih lokasi yang peluang hidup tanamannya lebih tinggi sehingga manfaat lingkungan dan ekonominya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Annang juga memastikan bahwa program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Pelindo telah menyiapkan sistem pemantauan rutin setiap bulan untuk memastikan seluruh bibit tumbuh dengan baik. Selain bibit, perusahaan juga menyerahkan berbagai peralatan pendukung seperti mesin pemotong rumput dan perlengkapan pengendalian hama agar masyarakat dapat merawat tanaman secara berkelanjutan.
“Kami akan terus melakukan monitoring. Setiap bulan perkembangan tanaman akan dipantau langsung. Kami ingin memastikan ini bukan hanya kegiatan tanam pohon, tetapi benar-benar menghasilkan hutan yang tumbuh dan memberi manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadila, S.Hut., M.Si., memberikan apresiasi atas inisiatif Pelindo yang dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Maluku dalam mewujudkan pembangunan alam yang berkelanjutan. Ia menyebut, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi persoalan lahan kritis yang masih cukup luas di Maluku, khususnya Kota Ambon.
“Upaya seperti ini sangat penting karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Dukungan dunia usaha menjadi energi besar dalam mengurangi lahan kritis sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan,” katanya.
Haikal menegaskan, keberhasilan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pelindo, tetapi juga seluruh masyarakat Desa Tawiri. Ia mengajak warga menjaga dan merawat seluruh bibit yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Pohon yang ditanam hari ini harus dirawat bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab Pelindo, tetapi juga seluruh masyarakat. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan diperluas ke desa-desa lain di Kota Ambon,” pungkasnya.






































