Home / Berita

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Strong Mom, Strong Family: Pemkot Ambon dan Hope Worldwide Perkuat Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Ibu

AMBON, GLOBALMALUKU.ID – Penguatan ketahanan keluarga dan kesehatan mental perempuan menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon bersama Yayasan Hope Worldwide Indonesia. Komitmen tersebut mengemuka dalam workshop bertema “Strong Mom, Strong Family: Merawat Diri, Menguatkan Keluarga, Menginspirasi Generasi” yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial dan masyarakat untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan.

Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan bahwa pembangunan daerah pada dasarnya harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan basis terkecil yang apabila dibangun dengan baik akan menjadi modal penting dalam membangun masyarakat, daerah hingga bangsa.

“Kalau keluarga itu terbina dengan baik, suami istri hidupnya baik, anak-anaknya baik, sudah pasti Kota Ambon hidupnya baik, Provinsi Maluku baik dan Indonesia baik,” ujar Bodewin.

Ia mengatakan, ibu memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan keluarga. Selain mendidik dan mendewasakan anak, ibu juga banyak berperan dalam membentuk karakter serta memberikan dukungan bagi anggota keluarga.

Namun, Bodewin mengingatkan bahwa perempuan tidak boleh dipandang sebagai sosok yang harus selalu kuat dan mampu menghadapi semua persoalan seorang diri.

“Ibu-ibu ini bukan super girl, bukan super mom, super woman yang bilang apa saja bisa. Tetapi ibu juga memiliki keterbatasan yang mesti kita pahami,” katanya.

Menurutnya, beban mengurus anak, mengatur kebutuhan rumah tangga, mengelola keuangan keluarga hingga menghadapi berbagai persoalan kehidupan dapat membuat seorang ibu mengalami kelelahan maupun stres.

Karena itu, ia menilai penting bagi para ibu untuk memahami cara merawat diri dan menjaga kesehatan mental. Merawat diri, kata Bodewin, merupakan bagian dari upaya memperkuat diri dan membangun kepercayaan diri agar mampu menjalankan tanggung jawab dalam keluarga.

“Kalau ibu-ibu merawat diri, itu juga bagian daripada upaya dia untuk menguatkan dirinya. Membangun kepercayaan dirinya supaya dia bisa melakukan tugas-tugas yang berat tadi,” tuturnya.

Hope Worldwide: Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Kesehatan Fisik

Sementara itu, Ketua Yayasan Hope Worldwide Indonesia Michael Lumatoding memperkenalkan komitmen organisasinya dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program sosial, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan dan kemanusiaan.

Baca Juga  ASPIKOM Maluku Resmi Dilantik, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Hadapi Era Transformasi Digital

Michael menjelaskan, Hope Worldwide Indonesia merupakan organisasi sosial nirlaba yang telah berdiri sejak 1994 dengan komitmen membantu masyarakat membangun kehidupan yang lebih sehat, kuat dan berdaya.

Ia menegaskan, perubahan yang berkelanjutan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri agar mampu menjadi bagian dari solusi bagi dirinya sendiri maupun lingkungan.

“Dalam menjalankan program, kami selalu melibatkan peran serta masyarakat,” ujar Michael.

Menurutnya, salah satu aspek yang kini semakin penting dalam membangun keluarga adalah kesehatan mental. Perhatian terhadap kesehatan selama ini sering lebih diarahkan pada kondisi fisik, padahal kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari cara orang tua mendampingi anak, komunikasi antara pasangan, menjalankan pekerjaan hingga bagaimana keluarga menghadapi tekanan dan berbagai tantangan kehidupan.

Ibu Bukan Hanya Pengurus Rumah Tangga

Michael secara khusus menyoroti posisi perempuan, terutama para ibu, yang sering menjalankan banyak peran sekaligus. Mereka bukan hanya menjadi ibu dan istri, tetapi juga pekerja, pengelola rumah tangga sekaligus tempat keluarga mendapatkan dukungan emosional.

Karena itu, ia mengajak para ibu untuk tidak mengabaikan kondisi diri sendiri.

“Merawat diri bukan berarti egois. Menjaga kesehatan mental bukan berarti kita lemah, dan meminta bantuan bukan berarti kita gagal,” tegas Michael.

Menurutnya, ketika seorang ibu memiliki kondisi mental dan emosional yang lebih sehat, kemampuan untuk mendampingi anak, pasangan dan membangun keluarga juga akan semakin baik.

Pesan tersebut sejalan dengan gagasan yang disampaikan Wali Kota Ambon bahwa penguatan keluarga harus dimulai dengan memahami kebutuhan seluruh anggota keluarga, termasuk kebutuhan mental dan emosional seorang ibu.

Hope Worldwide Perkuat Program di Maluku

Michael mengungkapkan, Hope Worldwide Indonesia kini ingin memperkuat program di kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku dan Kota Ambon.

Pihaknya melihat masyarakat, generasi muda, perempuan dan keluarga di kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar. Namun, akses terhadap informasi, pengembangan kapasitas, jaringan dan berbagai sumber daya masih perlu diperluas.

Karena itu, Hope Worldwide Indonesia tidak ingin hanya datang membawa program, tetapi membangun kemitraan jangka panjang dengan masyarakat dan institusi lokal.

Baca Juga  Pemkot Di Tahun 2025 Tambahkan 10 Unit Trek Pengangkut Sampah

“Kami percaya bahwa program yang baik harus tumbuh dari kebutuhan lokal, melibatkan masyarakat lokal dan pada akhirnya memperkuat kapasitas masyarakat lokal,” kata Michael.

Ia bahkan melihat Kota Ambon memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat kolaborasi di wilayah Indonesia Timur.

Kolaborasi dengan PKK Jadi Kekuatan Strategis

Michael juga menilai kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Ambon memiliki arti strategis. PKK dinilai memiliki jaringan yang dekat dengan keluarga dan masyarakat serta pengalaman dalam memahami realitas kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, kolaborasi antara jaringan dan pengalaman PKK dengan sumber daya, pengetahuan serta kapabilitas program Hope Worldwide Indonesia dapat menciptakan dampak yang lebih luas.

“Ke depan kami ingin bersama-sama mengeksplorasi berbagai bentuk program yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, pengembangan anak dan generasi muda maupun bidang lainnya,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membuat semakin banyak perempuan dan ibu merasa tidak sendirian ketika menghadapi persoalan kehidupan. Pada saat yang sama, keluarga di Kota Ambon diharapkan semakin memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk saling mendukung.

Keluarga Kuat, Masyarakat Kuat

Kegiatan workshop ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi sosial, PKK dan masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga.

Bagi Pemerintah Kota Ambon, keluarga merupakan titik awal pembangunan. Sementara bagi Hope Worldwide Indonesia, pemberdayaan masyarakat harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan memperkuat kapasitas mereka.

Menutup sambutannya, Michael menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, para kader, narasumber serta seluruh pihak yang telah membuka ruang kolaborasi dengan Hope Worldwide Indonesia.

“Ketika keluarga menjadi lebih kuat, masyarakat juga menjadi lebih kuat. Dan ketika kita membangun bersama, dampaknya akan jauh lebih besar daripada ketika kita berjalan sendiri,” pungkas Michael.

Workshop “Strong Mom, Strong Family” pun diharapkan bukan sekadar menjadi kegiatan sehari, tetapi menjadi awal dari penguatan kolaborasi yang lebih luas untuk membangun perempuan yang sehat secara mental, keluarga yang tangguh dan generasi Ambon yang lebih kuat.

Share :

Baca Juga

Berita

Bantuan Beras Bulog Diluncurkan, Pemkot Ambon Pastikan Warga Terbantu

Berita

Kebakaran Sampah Merambat ke Hutan di BTN Kanawa, Damkar Ambon Kerahkan 4 Unit Mobil

Berita

Wabup SBB Lepas Kontingen Jamnas XII, Pesan Peserta Jadi Duta Daerah yang Membanggakan

Berita

Wali Kota Ambon: Kritik Pemerintah Boleh, Tapi Jangan Caci Maki

Berita

Pemkot Ambon Tegaskan Penanganan Korban Pohon Tumbang April 2026 Sesuai Mekanisme

Berita

Dari Kejati ke Gedung Merah Putih KPK: Kasus UP3 KKT Kembali Meledak, Nama Ricky Jauwerissa dan Agustinus Theodorus Disorot

Berita

Ely Toisuta Buka Festival Jukulele Sirimau 2026, Tegaskan Musik Jadi Perekat Persatuan dan Penggerak Ekonomi

Berita

DWP Bagian Umum Setda Kota Ambon Bekali Orang Tua dengan Pola Asuh Holistik, Siapkan Generasi Tangguh di Era Digital