Home / Berita

Kamis, 15 Mei 2025 - 06:51 WIB

Richard Rahakbaw Menerima Tuntutan Mahasiswa Adat Waesama, Terkait Penggusuran Kuburan Leluhur

AMBON-Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Kesatuan Pelajar Mahasiswa Adat Waesama (KPMAW) yang menyampaikan sikap protes dan meminta pertanggungjawaban terhadap penggusuran kuburan/keramat yang dilakukan oleh PD Panca Karya, aksi unjuk rasa berlangsung didepan Rumah Aspirasi Rakyat Maluku (DPRD Provinsi), Karang Panjang, Ambon. Rabu (14/05/2025)

Akmil Tasane, sebagai Penanggung jawab aksi menyampaikan bahwa, ”aksi yang dilakukan  sebagai bentuk respons kami terhadap penggusuran kuburan leluhur yang dilakukan PD. Panca Karya di Desa Kayu Putih, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan,”

Lanjutnya, ada empat poin tuntutan yang menjadi fokus kami untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah (Gubernur Maluku) dan DPRD Provinsi Maluku, yakni ;

Pertama, kami mendesak pemerintah provinsi Maluku dalam hal ini Gubernur Maluku untuk segera memanggil Direksi PD. Panca Karya untuk mencabut ijin operasi PT. Wana Adiprima Mandiri karena kami menduga beroperasi secara ilegal di kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.

Baca Juga  Tamtelahitu Jadi Ketua IDI Kota Ambon

Kedua, Mendesak PD. Panca Karya untuk segera menghentikan aktifitas di area lahan masyarakat adat karena dinilai lokasi tersebut terdapat kuburan/keramat/tempat sakral  masyarakat adat di Kecamatan Waesama.

Ketiga, meminta DPRD Provinsi Maluku untuk segera memanggil Direksi PD. Panca Karya agar segera mengevaluasi kinerja PT. Wana Adiprima Mandiri karena telah menggusur kuburan/keramat masyarakat adat di desa Kayu Putih Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan.

Keempat, mendesak PD. Panca Karya untuk segera bertanggungjawab atas penggusuran kuburan/keramat masyarakat adat di desa Kayu Putih, Kecamatan Waesama.

Baca Juga  Jelang Operasi Blok Masela, Yani Noach Dorong Pemuda MBD Siapkan Diri

Aksi unjuk rasa yang berlangsung kurang lebih 30 menit, kemudian mendapat respon dari Anggota DPRD Fraksi Golkar, Richard Rahakbaw, perwakilan masa aksi dipanggil ke ruang komisi untuk mendiskusikan persoalan dari tujuan aksi tersebut.

Richard Rahakbaw, menyampaikan ”bahwa terkait dengan persoalan penggusuran kuburan ini, saya pastikan kita akan panggil PD. Panca Karya untuk rapat dan juga adik-adik mahasiswa yang melakukan aksi saat ini. Agar adik-adik mahasiswa dapat menyampaikan penjelasan secara resmi,”

Jadi nanti setelah ketua komisi III balik dari melaksanakan tugas pengawasan di Maluku tenggara, saya akan koordinasikan dengan Ketua komisi, dan pastikan bahwa ini akan jalan. Tutup politisi Senior Partai Golkar Tersebut. (GM-VR)

Share :

Baca Juga

Berita

1.298 Lulusan Unpatti Dikukuhkan, Rektor Tegaskan Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian

Berita

Indonesia di Tengah Disrupsi Global: Kaum Muda Ditantang Jadi Motor Perubahan

Berita

Unpatti Gelar Pelatihan Perawatan Mikroskop untuk Tingkatkan Kompetensi Laboran dan Guru

Berita

BRI Masohi Salurkan Bantuan Rp7,5 Juta untuk Pembangunan Gereja GPdI El-ROI

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dan Tegaskan Netralitas ASN dalam Seleksi Sekkot

Berita

Pemkot Ambon Tempuh Jalur Hukum terhadap Konten TikTok Diduga Bermuatan Fitnah

Berita

Unpatti Gelar Expo dan Job Fair 2026, Dorong Kolaborasi dan Pengembangan Talenta Unggul

Berita

KONI Maluku Resmikan Pengurus Baru KONI Ambon 2025–2029, Siap Dongkrak Prestasi Olahraga